Kamis, 29 Januari 2015

Iklan jadul Satelit Palapa th. 70-an, master iklan utk di cetak ulang dalam bentuk plastik film ukuran besar

iklan di atas dasar putih

iklan di atas dasar oranye





Iklan jadul Satelit Palapa th.70-an
Master iklan untuk di cetak ulang, terbuat dari plastik film.

Pada th. 1970-an, untuk memasang iklan ukuran besar ( 1 halaman atau 1/2 halaman) di Koran atau Majalah, 
digunakan plastik film yang diserahkan ke kantor Redaksi Koran / Majalah untuk dicetak.
Belum seperti jaman sekarang, yang sudah Komputerisasi dan Digital.

Ex pemiliknya adalah seorang kolektor iklan-iklan jaman dulu yang juga mengkoleksi master iklan.
Dengan memiliki master iklan dari plastik film ini, bisa dicetak lagi ratusan hingga ribuan bh.
iklan jadul yang sama.

Ukuran lumayan besar, kira-kira A4/Folio, 28 cm x 20 cm.

Karena iklan terbuat dari plastik, tampak indah dan menarik perhatian, 
setelah diberikan frame/bingkai dan dipajang di dinding di ruang tamu rumah anda.

Program Satelit Palapa dimulai sejak Februari 1975.
Kontrak yang diberikan ke Boeing Satellite Systems (dahulu dikenal dengan Hughes Space and Communication Inc.) dari Amerika Serikat saat itu termasuk pembangunan 9 stasiun bumi, 1 stasiun kontrol utama, dan pengadaan 2 satelit (Palapa A1 dan A2). Pembangunan 10 stasiun tersebut diselesaikan dalam waktu 17 bulan, salah satu yang tercepat bagi Boeing. Pada kontrak terpisah, dibangun total 30 stasiun bumi lainnya untuk dioperasikan oleh Perumtel. 
Program satelit Palapa yang mulai beroperasi sejak tahun 1976 ini menempatkan Indonesia menjadi negara ketiga di dunia yang mengoperasikan Sistem Komunikasi Satelit Domestik dengan menggunakan Satelit GSO. 
Nama Palapa sendiri dipilih oleh Presiden Soeharto pada bulan Juli 1975.


Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281
atau e-mail: neneng123usman@gmail.com
Sudah Terjual 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar