Senin, 02 Maret 2015

Norman Rockwell - Vintage Artwork - Old Print




 Perbandingan ukuran dengan sebuah HP Blackbery

 Bagian belakang Bingkai

Lukisan ini dulu dibeli di Molduras, Brasilia
Terdapat pada belakang lukisan

Norman Rockwell (3 Februari 1894 - November 8, 1978) adalah seorang pelukis Amerika abad ke-20 dan ilustrator.
Karya-karyanya memiliki daya tarik dan sangat  populer di Amerika Serikat yang merefleksikan tentang budaya Amerika.
Rockwell terkenal karena ilustrasi sampul skenario kehidupan sehari-hari yang ia ciptakan untuk majalah Saturday Evening Post selama lebih dari empat dekade.

Terakhir karya-karyanya dilelang di rumah lelang Sotheby’s, dengan beritanya dari Antara news dibawah ini:

New York (ANTARA News) – Tujuh karya pelukis dan ilustrator Amerika Norman Rockwell termasuk "Saying Grace" dan "The Gossip" akan dijual dalam lelang di New York pada  Desember, kata rumah lelang Sotheby`s, Kamis.

Rockwell yang meninggal tahun 1978 dalam usia 84 tahun, melukis kenangan mengagumkan tentang kehidupan sehari-hari di Amerika, selama 65 tahun berkarya, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Lukisan-lukisan yang diperkirakan akan terjual di atas 24 juta dolar AS pada lelang tanggal 4 Desember mendatang itu dijual oleh keturunan Kenneth J.Stuart Sr, sahabat Rockwell dan direktur seni pada majalah Saturday Evening Post.
Majalah tersebut memuat ratusan karya Rockwell untuk halaman sampul selama sekitar 40 tahun.

"Saying Grace" terpilih sebagai sampul favorit pembaca setelah diterbitkan pada 1951, menggambarkan keluarga penganut Mennonite sedang berdoa sebelum makan di sebuah rumah makan. Lukisan tersebut diperkirakan akan terjual seharga US$ 20 juta. Sementara itu "The Gossip" karya tahun 1948 yang menggambarkan 15 orang termasuk Rockwell dan istri yang sedang berbicara satu sama lain, ditaksir bakal laku seharga US$ 9 juta.

"Untuk menawarkan satu dari mahakarya ini merupakan suatu kehormatan besar. Menghadirkan dua karya Rockwell yang paling terkenal dalam satu lelang tidak pernah diperkirakan sebelumnya," kata Elizabeth Goldberg, kepala bagian seni Amerika Rumah lelang Sotheby`s.
Lukisan lain yang dijual adalah "Walking to Church" yang ditaksir dengan harga US$ 5 juta, serta potret mantan presiden AS Dwight Eisenhower yang diberi judul "The Day I Paint Ike", "Girl at Mirror", "Norman Rockwell Visits a Country School" dan "Breaking Home Ties".

Karya Rockwell "Breaking Home Ties" pada tahun 2006 laku terjual seharga US$ 15,4 juta di Sotheby`s, yang menjadi rekor penjualan karya sang seniman.
Sumber:
http://www.antaranews.com/berita/396566/lukisan-karya-norman-rockwell-akan-dilelang.

Itu adalah harga fantastis utk Lukisan Norman Rockwell, tetapi di samping lukisan, juga banyak di buat Print kuno Norman Rockwell yg berasal dari tahun 50-an dan 60-an. Di situs lelang internasional Ebay.com, terdapat listing untuk print kuno yg sejenis dengan yg sedang saya posting di Blog ini, silahkan click 2 link dibawah ini:
http://www.ebay.com/itm/NORMAN-ROCKWELL-WALL-WINTER-SALE-MARCH-1ST-TO-MARCH-15TH-/400719547326?pt=LH_DefaultDomain_0&hash=item5d4cbf0bbe

http://www.ebay.com/itm/Norman-Rockwell-School-Days-Portfolio-Three-Signed-and-Numbered-Prints-/371267408810?pt=LH_DefaultDomain_0&hash=item56714313aa

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Harga: 600 rb.
Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281

Jumat, 27 Februari 2015

Buku jadul th.1963 karya Presiden pertama Republik Indonesia Ir.Soekarno, 'Sarinah"







“Permasalahan kaum wanita yang diangkat pada buku Sarinah yang ditulis oleh  Ir. Soekarno pada tahun 1947 ini ternyata masih relevan pada saat ini, misalnya masalah gender, hubungan suami istri, masalah keterlibatan wanita dalam politik, sosial, budaya, dan sebagainya.

Soekarno berupaya mengagungkan serta mengangkat harkat dan martabat wanita Indonesia, namun berbeda dengan emansipasi wanita sebagaimana yang telah terjadi pada wanita-wanita barat (Eropa). Mungkin Soekarno tidak menyangka jika saat ini di Indonesia para wanita sudah demikian maju, ada yang menjadi Gubernur, Kapolda, Menteri, bahkan Presiden (yakni Megawati Soekarnoputri yang nota bene putri beliau sendiri).

Ide dan pemikiran cemerlang Bung Karno tentang wanita dalam buku ”Sarinah” tersebut diulas dalam buku ini.
Buku ini juga banyak berisi kata-kata bijak tentang wanita, memotivasi kita khususnya para wanita untuk maju, tanpa harus meninggalkan jati diri kita sebagai wanita yang berbudaya Indonesia. Dan benarkah wanita Jepang adalah seorang istri yang setia? Lalu siapakah sebenarnya Sarinah itu? Dapatkan jawabannya dalam buku ini.”

Karya Presiden pertama Repubik Indonesia Ir.Soekarno, cetakan ketiga tahun 1963. 
Berisi 329 halaman.
Diterbitkan oleh Panitya Penerbit Buku-Buku Karangan Presiden Soekarno.
Kondisi: bagus dan masih mulus. Jilid ketat dan kuat.
Ex milik seorang Jenderal di Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional)

Untuk perbandingan harga dari buku ini, silahkan click link dibawah ini:
http://inkuiri.com/find?query=sarinah%20ir%20soekarno%20masih%20oleh%20buku

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Harga 250 rb.
(Ongkos kirim gratis ke semua alamat di Pulau Jawa,
dikirim via Tiki Jne atau Pos Indonesia).
Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang, 
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281 

Senin, 23 Februari 2015

Buku kuno yg menginspirasi Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan RI.






 Kata Pengantar Oleh Presiden Ir. Soekarno

Sjukur Alhamdulillah, atas andjuran saya, maka telah diterdjemahkan dalam bahasa indonesia buku yang terkenal, 
terkenal sekali terutama di dunia barat, yaitu bukunja Lothrop Stoddard, “THE RISING TIDE OF COLOUR”.
Buku tersebut diterbitkan pada tahun duapuluhan, djadi lebih empat puluh tahun yang lalu. Dan memang pada waktu itu sedang bergelora bangkitnja bangsa-bangsa kulit berwarna, maka tidak heranlah, kalau dari dunia barat, dari dunianja orang kulit putih, ditulis buku “THE RISING TIDE OF COLOUR”. 
Baik bangsa Arab, Bangsa Melaju, Bangsa Hindu, maupun bangsa Tionghoa, semuanja bergerak, bangkit, sehingga tampaknja seperti bangsa-bangsa kulit berwarna ini mengalami ” rising tide”, atau “pasang naik”
Akan tetapi dalam buku tersebut diatas, nama Indonesia hanja disebut setjara tjangkingan sadja. Tidak lain karena memang pada waktu itu sebagai akibat dripada imperialisme, pintu Indonesia ini seperti ditutup oleh pihak imperialis, sehingga Indonesia tidak terkenal oleh dunia luaran.

Maka terdjemahan dalam bahasa Indonesia dari buku ini, atas saran saja, ditambah dengan satu bab jang membijarakan tentang Indonesia.

Semoga para pembatja Indonesia dari buku ini, setjara kritis dan tadjam, mengambil apa jang berfaedah, 
dan membuang apa jang tidak berguna.
Djakarta, 1 Djanuari 1966.
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
SOEKARNO








Pasang Surut Kulit Berwana karya Lothorp Stoddard ini pertama kali terbit pada 1920 dengan judul The Rising Tide of Color  dan merupakan salah satu buku yang dibaca dan  menginspirasi Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan RI. Karenanya ketika Bung Karno menjadi presiden pertama RI, beliau pulalah yang memprakarsai proyek penerjemahan buku ini.

Buku yang isinya banyak dikutip Bung Karno dalam pidato-pidatonya ini terbit pada 1966 dalam bahasa Indonesia dan diberi kata pengantar oleh Presiden Sukarno.  Atas sarannya pula ditambahlah satu bab suplemen yang berjudul “Pasang Naik Gerakan Nasional di Indonesia” yang ditulis oleh salah satu staf Presiden Soekarno.
Buku yang membahas fenomena kebangkitan bangsa-bangsa kulit berwarna – diantaranya meliputi benua Asia Afrika –  yang dapat mematahkan supremasi bangsa kulit putih.

Tebal: 311 halaman
Hard Cover lengkap dengan Box.
Kondisi: Baik dan Mulus (lihat gambar)

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281 
atau e-mail: neneng123usman@gmail.com
Sudah Terjual 

Rabu, 18 Februari 2015

Koleksi dalam jumlah besar, Surat-surat jaman Belanda th.1880-an s/d 1910-an












 Surat tertanggal Rembang, 2 Mei 1889, 
kepada Residen / Bupati Rembang


 Surat tertanggal Rembang, 29 Juli 1909


 Surat dengan Segel emboss Nederlandsch Indie - 1 Gulden



 Surat dengan Segel emboss Nederlandsch Indie - 1 Gulden

Surat tertanggal, 30 Mei 1883 di Buitenzorg (sekarang Bogor)


 Surat tertanggal Batavia, 19 Maret 1889

  Surat dengan Segel emboss segi lima Nederlandsch Indie yg langka



Surat tertanggal Batavia, 19 Maret 1889

 Surat dengan Segel emboss segi lima Nederlandsch Indie yg langka


 Surat tertanggal, Batavia, 30 Agustus 1882


Pada isi surat, tertulis juga mengenai Sultan Mangkoeboemi Mataram

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281 
atau e-mail: neneng123usman@gmail.com

Sudah Terjual