Senin, 20 Oktober 2014

Koleksi Tanda tangan Tokoh-tokoh Indonesia dalam satu Album

Td. tangan B.J. Habibie
Presiden Republik Indonesia ke-3

Td. tangan Agung Laksono
Menko Kesra (Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat)
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk masa jabatan 2004—2009
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar

 Td. tangan Ismail Saleh
Jaksa Agung 1981 - 1984
Menteri Kehakiman 1984 - 1993

Td. tangan Abdul Gafur
 Menteri Pemuda dan Olahraga (1983-1988)
Anggota DPA RI (1988-1997)

 Sharif Cicip Sutardjo adalah Menteri Kelautan dan Perikanan
dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya

Td. tangan Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto)
Putra bungsu Presiden Soeharto yg Perelli dan Pengusaha

 Td. tangan Rahardi Ramelan
Menteri Perindustrian dan Perdagangan  di masa Presiden Habibie
dan Menteri Negara Riset dan Teknologi di era Presiden Soeharto

 Td. tangan Asrul Sani dan Mutiara Sani
Pasangan suami-isteri yang adalah
Sutradara Film dan Artis terkenal di th.1980-an dan 1990-an

 Td. tangan Lukman Umar dan Bram Tuapattinaya
Pendiri dan Pemimpin Kartini Group (Majalah Kartini dll.)

 Td. tangan Eric Samola 
 Penerbit majalah Tempo dan Pendiri Jawa Pos, dulu adalah Bos dari 
Menteri BUMN dan Bos Jawa Pos saat ini Dahlan Iskan

Td. Tangan Dr. Handrawan Nadesul  
seorang dokter, penyair, dan penulis terkenal di Indonesia 
Ia menulis artikel, opini kesehatan, dan menjadi narasumber untuk media 
bagi masalah-masalah kesehatan, ia juga menulis puisi

Philography atau hobi mengoleksi tanda tangan dikenal sebagai aktivitas mengoleksi 
dokumen, foto atau surat yang di dalamnya berisi tanda tangan.

Mengoleksi benda tertentu tidaklah mudah, terlebih jika mengumpulkan tanda tangan dari berbagai tokoh. 
Namun di balik kesulitan dalam mengumpulkannya, terdapat kepuasan yang tak dapat diukur dengan apapun. 

Koleksi Tanda tangan dari Tokoh-tokoh Indonesia yang tersimpan dalam sebuah Album.
(Silahkan lihat gambar-gambar diatas).
Juga terdapat Kartu Ucapan Selamat dari Tokoh Indonesia lainnya, tapi tidak di tanda tangani:
Politikus:
Aburizal Bakrie
Oesman Sapta Odang
Guntur Soekarnoputra
Probosutedjo
Fanny Habibie
Agus Kartasasmita
Artis:
Frans Tumbuan dan Rima Melati
Lenny Marlina
Konglomerat:
Prajogo Pangestu
Sukanto Tanoto
Sugianto Kusuma
J.A. Sumendap
dan masih banyak lagi.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Harga: 2 jt. (Silahkan Nego)
(Ongkos kirim free/gratis ke semua alamat di Pulau Jawa,
dikirim via Tiki Jne atau Pos Indonesia).
Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281 

Minggu, 19 Oktober 2014

Album 40 bh. Foto ukuran besar Tokoh-tokoh Indonesia pada Sidang Umum MPR, Jakarta 1-11 Maret 1988

Sudah Terjual



Menko Ekuin J.B. Sumarlin, Wapres Sudharmono, Ketum Golkar Akbar Tanjung

Perbandingan ukuran foto dengan sebuah HP Blackberry

Wapres Try Sutrisno dan Menhankam/Pangab L.B. Moerdani

Menpera/Mensekneg/Ketua DPR Akbar Tanjung dan Menteri Sarwono Kusumaatmaja

Wapres Try Sutrisno dan Mentamben/Menko Ekuin Ginanjar Kartasasmita

Mendagri/Menko Kesra Suparjo Rustam dan Jaksa Agung/ Ketua MA Ali Said

MenKop/KaBulog Bustanil Arifin

Menteri Emil Salim dan Pengusaha Eric Samola

Menteri Penerangan Harmoko dan Jaksa Agung Sukarton

Adik dari Presiden Soeharto yg pengusaha, Probosutedjo

Menko Ekuin Radius Prawiro

Menteri Perumahan Rakyat dan juga Pengusaha, Siswono Yudo Husodo

Wapres Try Sutrisno dan Mentamben/Menko Ekuin Ginanjar Kartasasmita

Satu Album berisi 40 bh. Foto ukuran besar Tokoh-tokoh Indonesia 
pada Sidang Umum MPR, Jakarta 1-11 Maret 1988.
Foto tua authentik dengan logo Sidang Umum MPR pada setiap fotonya.
Ukuran besar 5R, 17,8 cm x 12,7 cm.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281
atau e-mail: neneng123usman@gmail.com
Sold

Buku kuno jaman Belanda Prawan Toewa, dalam bahasa Sunda jaman doeloe

Sudah Terjual


Diterbitkan oleh Bale Poestaka
Batavia Centrum (sekarang Jakarta Pusat) th.1938


Isi buku



Buku kuno jaman Belanda Prawan Toewa.
Dalam bahasa Sunda jaman doeloe.
Buku kuno dalam bahasa Sunda lebih langka dibandingkan buku biasa.

Diterbitkan oleh Bale Poestaka
di Batavia Centrum (sekarang Jakarta Pusat) th.1938.
Tebal: 86 halaman. Hard cover aslinya.
Diperkuat dengan sedikit lakban hitam untuk memperkokoh buku tua ini.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281 
atau e-mail: neneng123usman@gmail.com
Sold

Sabtu, 18 Oktober 2014

Fake Koin Willem III, 2,5 Gulden tahun 1853

Bagian depan

Bagian belakang

Ini adalah koin Willem III, 2,5 Gulden tahun 1853 PALSU !
Saya sengaja koleksi untuk bahan pembelajaran dan pembanding dengan koin aslinya.
Buatannya rapi dan sama dengan yg asli, kecuali warnanya yg kemerahan.
Diameter koin: 38mm. Tebal : 2mm
Material tembaga yg dulunya disepuh perak.
Masih terdapat sisa-sisa perak pada bagian mata, kumis, telinga, leher dan mahkota.

Koin Palsu Lama (dibuat pada masa yg sama dengan aslinya) cukup banyak ditemukan,
terutama yg nominalnya besar seperti 2,5 G,
karena konon di masa itu th.1800-an akhir dan awal th.1900-an, ada yg namanya koin palsu untuk Inlander
(pribumi di tanah jajahan). Koin-koin tsb. sengaja dicetak oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk pembayaran upah
kepada penduduk pribumi ditanah jajahan.
Materialnya adalah tembaga yg disepuh perak.
Sedangkan untuk kalangan orang-orang Eropa (kolonial Belanda), digunakan koin-koin 2,5 G yg asli terbuat dari perak.

Dunia Numismatika tidak hanya memberikan keasyikan tersendiri bagi kolektornya,
tapi juga menjanjikan potensi capital gain yang wah. Investasi Uang Kuno boleh dipertimbangkan.

Siapa bilang uang kuno untuk koleksi semata. Bahkan, mungkin masih ada pandangan yang lebih ekstrem:
uang kuno tidak berguna. Entah disengaja atau tidak, sikap apriori terhadap uang kuno itu
berdampak pada kurangnya penghargaan terhadap nilai historis dan daya jual uang antik tersebut.
Alhasil, beberapa orang menggunakan uang kuno hanya untuk pengganti roda mainan anak yang rusak,
alat kerik badan yang masuk angin, serta dimasukkan album atau celengan yang tidak pernah dibuka untuk pencairan.
Padahal, kalau kita jeli, uang kuno bisa mendatangkan rezeki nomplok.

Besarnya potensi uang kuno bak magnet yang menyedot beberapa orang terjun ke dunia uang kuno (numismatika).
Setidaknya ada empat kategori profil orang yang bersentuhan dengan bidang numismatika.
Pertama, pedagang yang menjadikan uang kuno sebagai komoditas.
Kedua, investor yang memburu capital gain dari modal yang ditanamkan.
Ketiga, kolektor yang sekadar menikmati prestise uang kuno.
Keempat, orang iseng yang menggunakan uang kuno sebagai pelengkap mahar pernikahan
atau ikatan emosional kedaerahan. Contohnya, orang Batak suka menyimpan uang bergambar pahlawan Sisingamangaraja.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat. 

Harga: 150 rb.
(Ongkos kirim free/gratis ke semua alamat di Pulau Jawa,
dikirim via Tiki Jne atau Pos Indonesia).
Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281 

Televisi di Indonesia TVRI 1962-1972

 Sudah Terjual

Televisi di Indonesia  TVRI 1962-1972

 Diterbitkan oleh Direktorat Televisi - Departemen Penerangan
Cetakan Pertama th.1972

 Kata sambutan dari Presiden Suharto Jendral TNI

 Pembaca Berita dan Pembawa Acara wanita TVRI era th 70-an
No.1. dan No.2 paling atas Tatiek Tamzil dan Anita Rachman
masih sempat penulis saksikan penampilannya sepanjang th.80-an

  Pembaca Berita dan Pembawa Acara pria TVRI era th 70-an
No.1. dan No.5 Sambas dan Idrus adalah paling populer,
masih sempat penulis saksikan penampilannya sepanjang th.80-an

Acara Kuis untuk anak sekolah dimasa itu, 
Tjerdas Tjermat dan Tjepat Tepat

Artis-artis Top TVRI th.70-an
Titik Puspa, Benjamin S., Franz Daromes, Nurseha

 Artis-artis Top TVRI th.70-an
Broery Pesolima, Henny Purwonegoro, Ellya Khadam, The Begous

 Komedian paling terkenal dimasa itu Bing Slamet dan Persatuan Artis Film

 Menyanyi dan menari di TVRI bersama Bang Ali Sadikin (Gubernur DKI)
Bang Ali bersama Bing Slamet (kanan bawah)

 Kepala Dinas Pemberitaan dan Kepala-kepala seksi TVRI
No.3 Ishadi SK (kiri bawah) di kemudian hari menjadi Direktur Utama Trans TV
dan Komisaris Trans TV dan juga Komisaris Trans7

 Iklan jadul TV National di dalam buku

Iklan jadul TV Galindra di dalam buku

Buku jadul langka tentang Broadcasting dan Penyiaran Televisi di Indonesia,  TVRI 1962-1972
Dibahas lengkap secara detail, bagaimana mengelola dan menyelenggarakan sebuah Stasiun Televisi dimasa itu.
Tebal: 290 halaman

Televisi Republik Indonesia (TVRI) adalah stasiun televisi pertama di Indonesia, 
yang mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962. Siaran perdananya menayangkan 
Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-17 dari Istana Negara Jakarta
Siarannya ini masih berupa hitam putih. TVRI kemudian meliput Asian Games yang diselenggarakan di Jakarta.

Dahulu TVRI pernah menayangkan iklan dalam satu tayangan khusus yang dengan judul acara 
Mana Suka Siaran Niaga (sehari dua kali). Sejak April tahun1981 hingga akhir 90-an TVRI tidak diperbolehkan menayangkan iklan, dan akhirnya TVRI kembali menayangkan iklan. 
Status TVRI saat ini adalah Lembaga Penyiaran Publik
Sebagian biaya operasional TVRI masih ditanggung oleh negara.

TVRI memonopoli siaran televisi di Indonesia sebelum tahun 1989 ketika didirikan televisi swasta pertama RCTI 
di Jakarta, dan SCTV pada tahun 1990 di Surabaya.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281 
atau e-mail: neneng123usman@gmail.com
Sold

Kamis, 16 Oktober 2014

Buku kuno cara membuat Batik Indonesia di tahun 50-an

 Sudah Terjual

Cara membuat Batik Indonesia di tahun 50-an
Buku ukuran besar: 29 cm x 24 cm

 Buku diterbitkan pada Mei 1957

 9 tahap dalam membuat Batik

 Jenis motif-motif Batik

Motif Batik -Alis-alisan, Mata Gareng, Bagongan dan Sirap Kendela

 Bahan kain batik sedang dikeringkan / dijemur

 Menguleni / mengetel bahan kain batik

 Memedel - merendam dengan warna biru, 
Menyoga - memberi warna soga, 
Melorod - mencuci lilin dengan air panas

 Membuat cetakan untuk Batik

Membuat Batik Tulis

 Pola Batik Tjeplok Purbo Klowong

  Pola Batik Parang Tjurigo Klowong

 Pola Batik Parang Kesuma Klowong

  Pola Batik  Kuda Rante

  Pola Batik Pendelegan Klowong Pusuhan

  Pola Batik Sido Mukti Jogja Klowong Pusuhan

Sebuah buku langka, cara membuat Batik Indonesia di tahun 50-an.
Banyak perbedaan dalam pembuatan batik di tahun 50-an dengan saat ini,
karena semuanya masih menggunakan tangan dan peralatan tradisional.
Buku ini mengungkapkan cara-cara pembuatan Batik dimasa th.50-an dengan detail yg lengkap.
Buku ukuran besar: 29 cm x 24 cm dan diterbitkan pada Mei th.1957.

Sangat berguna bagi anda yg berada dibidang Fashion Designer atau Bisnis Garment, 
untuk mengetahui cara pembuatan Batik dimasa awal berkembangnya industri batik di Indonesia.
Sebuah publikasi dimasa lalu mengenai Kebudayaan Indonesia diterbitkan dalam bahasa Inggris 
oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Kerajinan batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit
dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya.
Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam Kraton saja dan hasilnya untuk pakaian Raja 
dan keluarga serta para pengikutnya. 

Oleh karena banyak dari pengikut Raja yang tinggal diluar Kraton, maka kesenian batik ini 
dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.
Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa
ialah setelah abad ke-XX dan batik yang dihasilkan semuanya adalah batik tulis.

Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.
Sedangkan bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia
yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila,
dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Batik Cap / Batik Cetak baru dikenal sekitar tahun 1930. 
Kini Batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281 
atau e-mail: neneng123usman@gmail.com
Sold