Rabu, 14 Januari 2009

Koran (Surat Kabar) djadoel yang terbit di Indonesia pada masa Hindia Belanda (Nederlandsch Indie) Soerat Kabar Bahasa Melaijoe th.1856



Koran (Surat Kabar) djadoel yang terbit di Indonesia, pada masa Hindia Belanda (Nederlandsch Indie),
Soerat Kabar Bahasa Melaijoe th.1856.
Edisi dari 12 Januari th.1856 s/d 31 Mei th.1856.
Terbit mingguan (weekblad), jumlah semuanya ada 21 Edisi.
Silahkan lihat beberapa gambar diatas.

Di kalangan etnis Tionghoa djaman doeloe,ternyata bahasa Melayu sudah luas dipakai. Berbagai karya sastra pengarang etnis Tionghoa pada akhir abad ke-19 sudah banyak yang memakai bahasa Indonesia.

Sejak hilangnya huruf Arab dan aksara Jawi (huruf Arab gundul) digantikan oleh huruf Latin pada pertengahan abad ke-19, etnis Tionghoa di Indonesia justru menjadi pendahulu dalam penggunaan bahasa Melayu. Beberapa buku cerita berbahasa Melayu karangan para penulis Tionghoa mulai bermunculan.

Demikian pula suratkabar berbahasa Melayu mulai dicetak di percetakan-percetakan yang hampir semuanya milik etnis Tionghoa, antara lain Soerat Kabar Bahasa Melaijoe (1856),Soerat Chabar Betawi (1858), dan Bintang Soerabaja (1860).

Kesusastraan Melayu dan suratkabar dalam bahasa Melayu semakin mekar pada awal abad ke-20.
Buku-buku cerita silat Tionghoa dalam bahasa Melayu yang diterbitkan langsung laris manis.
Tetapi banyak pula cerita roman yang ditulis sastrawan Tionghoa dengan nuansa lokal, seperti Boenga Roos dari Tjikembang, Dengen Doea Cent Djadi Kaja, Tjarita Njai Soemirah, Tjerita Tjan Yoe Hok atawa Satoe Badjingan Millioenair, dan banyak lagi.

Pada waktu itu di Oud Batavia (Betawi kuno) dan diseluruh Jawa orang-orang Tionghoa sudah banyak yang sukses dalam perdagangan, baik dalam bidang industri seperti pabrik gula, penggilingan beras, pabrik arak, kantor-kantor perdagangan,percetakan dan sebagainya.
Pemerintah VOC dan kemudian Belanda pendapatannya sangat tergantung dari pajak-pajak yang dibayar oleh orang-orang Tionghoa.

Dalam penghidupan mereka merasakan kekurangan untuk mendapatkan news, kabar-kabar dalam dan luar negeri, terutama berita-berita dari tanah leluhurnya di Tiongkok.
Karena percetakan-percetakan yang ada di Jawa kepunyaan orang-orang Tionghoa, maka mudah bagi etnis ini untuk menerbitkan koran berbahasa Melajoe yaitu Soerat Kabar Bahasa Melaijoe (1856), Soerat Chabar Betawi (1858),dan Bintang Soerabaja (1860).

Dengan jalannya tahun, berkembanglah penerbitan koran koran Melajoe-Tionghoa diseluruh kepulauan Indonesia. Bahasanya yang dipakai itu waktu adalah bahasa Melajoe Betawi.

Tanggal 1 Januari 1876 merupakan terbitan perdana Slompret Melaijoe yang dikatakan terbit perdana pada permulaan tahun 1876. Surat kabar di luar daerah ada yang terbit lebih dulu di Surabaya dan 20 tahun lebih tua, yakni Soerat Kabar Bahasa Melaijoe yang diterbitkan oleh E. Fuhri pada 12 Januari 1856.

Untuk melihat gambar yang lebih besar/jelas,
click pada gambar yang akan di lihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian,
pengiriman barang, cara pembayaran dll.
silahkan Hub. e-mail: neneng1971@yahoo.com
atau Hub. HP. 0813.1540.5281

Sudah Terjual

6 komentar:

  1. Yach udah kejual ya? Padahal aku pengen banget lo.

    BalasHapus
  2. Sayang sudah terjual, Bpk. / Ibu,
    Nanti kalau ada lagi surat kabar yang sjenis dan se tua ini, saya akan beritahu dulu kepada bpk. / ibu, sebelum saya posting di Blog, agar bisa di lihat duluan, terima kasih.

    BalasHapus
  3. mbak neng,saya ada naskah lontar, isinya tentang pawukon ( hitungan hari dan ramalan ) jawa. diperkirakan usia 300-450tahun. mbak bisa hub saya di 08122756909 atau satuju@yahoo.co.id

    BalasHapus
  4. saya mau tanya, tentang sejarah koran tionghoa
    koran tempo itu dulunya bernama apa??
    terima kasih

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum mba neneng,
    Perkenalkan saya faulina rani wijaya seorang mahasiswa UPI jurusan pendidikan sejarah. Pada semester ini saya sedang menyusun skripsi yang berjudul Peranan liem Koen Hian dalam gerakan politik Tionghoa di indonesia. Saya memerlukan koran tionghoa tempo dulu yang berbahasa melayu kurun waktunya sekitar tahun 1920an. Kalo bisa yang Harian Sinar Soematra. Tapi kalo tidak ada, apa saja deh yang ada hubungannya dengan Tionghoa peranakan di Indonesia. Mba, kalo korannya ada bisa g dikirim lewat e mail saya oriza_ikebana@yahoo.com?Tapi kalo tidak bisa, hubungi ke no hp saya 081322043986. Terima kasih.

    BalasHapus
  6. Donald Simanjuntak3 Oktober 2011 10.22

    Untuk pos komentar tgl 24 Agustus 2010, anda sebagai mahasiswa , seharusnya berkata dalam kalimat bahasa indonesia yang sopan karena membutuhkan , meminta tolong . Ini sangat kurang ajar memerlukan data koran , seperti gaya atasan dan bisa dikatakan menyuruh , memerintah kalau bisa ke e.mail, apa saja , kalau tidak bisa ke hp. Harusnya sebagai manusia tahu sopan santun , anda memohon untuk minta bertemu langsung , bukan pakai korespondensi dikirimkan, kecuali anda semangat mau beli berapapun harganya.Semoga bisa dimengerti uraian kalimat saya.Terima kasih atas perhatiannya.

    BalasHapus