Sabtu, 17 November 2012

Tanda tangan asli authentik dari Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta selama 2 periode th.1966 -1977

Sampul surat dengan cap pos Jakarta, 17 - 12 - 84

H. Ali Sadikin dan Isteri
Jalan Borobudur No. 2   Jakarta Pusat

Bagian dalam surat, dengan tanda tangan


Ini adalah tanda tangan asli authentik dari Ali Sadikin, mantan Gubernur DKI Jakarta yang paling populer di hati rakyat. Ia menjabat sebagai Gubernur DKI selama 2 periode dari 1966 -1977. Terkirim dalam sebuah surat resmi ucapan Selamat hari Raya Natal dan Tahun Baru tahun 1984 kepada mantan Menteri Keuangan Frans Seda alm.

Kesempatan bagus untuk Kolektor tanda tangan dari tokoh-tokoh Indonesia, baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada.Tidak mudah untuk mendapatkan / mengumpulkan tanda tangan asli diatas surat dari tokoh-tokoh Indonesia yang terkenal.

Ali Sadikin lahir di Sumedang, Jawa Barat, 7 Juli 1927 – meninggal di Singapura 20 Mei 2008 pada umur 80 tahun adalah seorang letnan jenderal KKO-AL (Korps Komando Angkatan Laut) yang ditunjuk oleh Presiden Soekarno menjadi Gubernur Jakarta pada tahun 1966. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Deputi Kepala Staf Angkatan Laut, Menteri Perhubungan Laut Kabinet Kerja, Menteri Koordinator Kompartemen Maritim/Menteri Perhubungan Laut Kabinet Dwikora dan Kabinet Dwikora yang disempurnakan di bawah pimpinan Presiden Soekarno. 

Ali Sadikin menjadi gubernur yang sangat merakyat dan dicintai rakyatnya. Karena itu ia disapa akrab oleh penduduk kota Jakarta dengan panggilan Bang Ali

Ali Sadikin adalah gubernur yang sangat berjasa dalam mengembangkan Jakarta menjadi sebuah kota metropolitan yang modern. Di bawah kepemimpinannya Jakarta mengalami banyak perubahan karena proyek-proyek pembangunan buah pikiran Bang Ali, seperti Taman Ismail Marzuki, Kebun Binatang Ragunan, Proyek Senen, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ria Monas, Taman Ria Remaja, kota sateliPluit di Jakarta Utara, pelestarian budaya Betawi di kawasan Condet, dll. 

Bang Ali juga mencetuskan pesta rakyat setiap tahun pada hari jadi kota Jakarta 22 Juni. Bersamaan dengan itu berbagai aspek budaya Betawi dihidupkan kembali, seperti kerak telor, ondel-ondel, lenong dan topeng betawi dsb.
Ia juga sempat memberikan perhatian kepada kehidupan para artis lanjut usia di kota Jakarta yang saat itu banyak bermukim di daerah Tangki, sehingga daerah tersebut dinamai Tangkiwood.

Selain itu, Bang Ali juga menyelenggarakan Pekan Raya Jakarta yang saat ini lebih dikenal dengan nama Jakarta Fair, sebagai sarana hiburan dan promosi dagang industri barang dan jasa dari seluruh tanah air, bahkan juga dari luar negeri. Ali Sadikin berhasil memperbaiki sarana transportasi di Jakarta dengan mendatangkan banyak bus kota dan menata trayeknya, serta membangun halte (tempat menunggu) bus yang nyaman.
Masa jabatan Ali Sadikin berakhir pada tahun 1977, dan ia digantikan oleh Letjen Tjokropranolo.

Aksi Gubernur DKI Jakarta yang baru Jokowi, mengingatkan pada gubernur legendaris Ali Sadikin. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AM Fatwa menilai gaya kepemimpinan Jokowi yang merakyat dan mengedepankan komunikasi, cocok dengan warga DKI. Gaya Jokowi dinilai hampir sama dengan sikap mantan gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

"Saya percaya karena dia sudah lakukan di Solo, bukan saat kampanye saja masuk gang, saat menjabat tetap masuk gang, itu juga dilakukan Ali Sadikin," kata AM Fatwa di komplek parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (21/9).

Menurut AM Fatwa, memang teori penyelesaian masalah dengan mengedepankan pendekatan masyarakat, memang selalu efektif. Ketika Jokowi menjabat sebagai wali kota Solo, dia bersama beberapa tim ahli tidak segan berjalan di gang-gang sempit hanya untuk mendengarkan keluhan warganya.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.


Harga: (Sold)

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian,
pengiriman barang, cara pembayaran dll.
silahkan hub. 0813.1540.5281
Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim
untuk biaya TIKI Jne atau Pos Indonesia.

Sudah Terjual

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar