Minggu, 19 Oktober 2014

Buku kuno jaman Belanda Prawan Toewa, dalam bahasa Sunda jaman doeloe

Sudah Terjual


Diterbitkan oleh Bale Poestaka
Batavia Centrum (sekarang Jakarta Pusat) th.1938


Isi buku



Buku kuno jaman Belanda Prawan Toewa.
Dalam bahasa Sunda jaman doeloe.
Buku kuno dalam bahasa Sunda lebih langka dibandingkan buku biasa.

Diterbitkan oleh Bale Poestaka
di Batavia Centrum (sekarang Jakarta Pusat) th.1938.
Tebal: 86 halaman. Hard cover aslinya.
Diperkuat dengan sedikit lakban hitam untuk memperkokoh buku tua ini.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281 
atau e-mail: neneng123usman@gmail.com
Sold

Sabtu, 18 Oktober 2014

Fake Koin Willem III, 2,5 Gulden tahun 1853

Bagian depan

Bagian belakang

Ini adalah koin Willem III, 2,5 Gulden tahun 1853 PALSU !
Saya sengaja koleksi untuk bahan pembelajaran dan pembanding dengan koin aslinya.
Buatannya rapi dan sama dengan yg asli, kecuali warnanya yg kemerahan.
Diameter koin: 38mm. Tebal : 2mm
Material tembaga yg dulunya disepuh perak.
Masih terdapat sisa-sisa perak pada bagian mata, kumis, telinga, leher dan mahkota.

Koin Palsu Lama (dibuat pada masa yg sama dengan aslinya) cukup banyak ditemukan,
terutama yg nominalnya besar seperti 2,5 G,
karena konon di masa itu th.1800-an akhir dan awal th.1900-an, ada yg namanya koin palsu untuk Inlander
(pribumi di tanah jajahan). Koin-koin tsb. sengaja dicetak oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk pembayaran upah
kepada penduduk pribumi ditanah jajahan.
Materialnya adalah tembaga yg disepuh perak.
Sedangkan untuk kalangan orang-orang Eropa (kolonial Belanda), digunakan koin-koin 2,5 G yg asli terbuat dari perak.

Dunia Numismatika tidak hanya memberikan keasyikan tersendiri bagi kolektornya,
tapi juga menjanjikan potensi capital gain yang wah. Investasi Uang Kuno boleh dipertimbangkan.

Siapa bilang uang kuno untuk koleksi semata. Bahkan, mungkin masih ada pandangan yang lebih ekstrem:
uang kuno tidak berguna. Entah disengaja atau tidak, sikap apriori terhadap uang kuno itu
berdampak pada kurangnya penghargaan terhadap nilai historis dan daya jual uang antik tersebut.
Alhasil, beberapa orang menggunakan uang kuno hanya untuk pengganti roda mainan anak yang rusak,
alat kerik badan yang masuk angin, serta dimasukkan album atau celengan yang tidak pernah dibuka untuk pencairan.
Padahal, kalau kita jeli, uang kuno bisa mendatangkan rezeki nomplok.

Besarnya potensi uang kuno bak magnet yang menyedot beberapa orang terjun ke dunia uang kuno (numismatika).
Setidaknya ada empat kategori profil orang yang bersentuhan dengan bidang numismatika.
Pertama, pedagang yang menjadikan uang kuno sebagai komoditas.
Kedua, investor yang memburu capital gain dari modal yang ditanamkan.
Ketiga, kolektor yang sekadar menikmati prestise uang kuno.
Keempat, orang iseng yang menggunakan uang kuno sebagai pelengkap mahar pernikahan
atau ikatan emosional kedaerahan. Contohnya, orang Batak suka menyimpan uang bergambar pahlawan Sisingamangaraja.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat. 

Harga: 150 rb.
(Ongkos kirim free/gratis ke semua alamat di Pulau Jawa,
dikirim via Tiki Jne atau Pos Indonesia).
Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281 

Televisi di Indonesia TVRI 1962-1972

 Sudah Terjual

Televisi di Indonesia  TVRI 1962-1972

 Diterbitkan oleh Direktorat Televisi - Departemen Penerangan
Cetakan Pertama th.1972

 Kata sambutan dari Presiden Suharto Jendral TNI

 Pembaca Berita dan Pembawa Acara wanita TVRI era th 70-an
No.1. dan No.2 paling atas Tatiek Tamzil dan Anita Rachman
masih sempat penulis saksikan penampilannya sepanjang th.80-an

  Pembaca Berita dan Pembawa Acara pria TVRI era th 70-an
No.1. dan No.5 Sambas dan Idrus adalah paling populer,
masih sempat penulis saksikan penampilannya sepanjang th.80-an

Acara Kuis untuk anak sekolah dimasa itu, 
Tjerdas Tjermat dan Tjepat Tepat

Artis-artis Top TVRI th.70-an
Titik Puspa, Benjamin S., Franz Daromes, Nurseha

 Artis-artis Top TVRI th.70-an
Broery Pesolima, Henny Purwonegoro, Ellya Khadam, The Begous

 Komedian paling terkenal dimasa itu Bing Slamet dan Persatuan Artis Film

 Menyanyi dan menari di TVRI bersama Bang Ali Sadikin (Gubernur DKI)
Bang Ali bersama Bing Slamet (kanan bawah)

 Kepala Dinas Pemberitaan dan Kepala-kepala seksi TVRI
No.3 Ishadi SK (kiri bawah) di kemudian hari menjadi Direktur Utama Trans TV
dan Komisaris Trans TV dan juga Komisaris Trans7

 Iklan jadul TV National di dalam buku

Iklan jadul TV Galindra di dalam buku

Buku jadul langka tentang Broadcasting dan Penyiaran Televisi di Indonesia,  TVRI 1962-1972
Dibahas lengkap secara detail, bagaimana mengelola dan menyelenggarakan sebuah Stasiun Televisi dimasa itu.
Tebal: 290 halaman

Televisi Republik Indonesia (TVRI) adalah stasiun televisi pertama di Indonesia, 
yang mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962. Siaran perdananya menayangkan 
Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-17 dari Istana Negara Jakarta. 
Siarannya ini masih berupa hitam putih. TVRI kemudian meliput Asian Games yang diselenggarakan di Jakarta.

Dahulu TVRI pernah menayangkan iklan dalam satu tayangan khusus yang dengan judul acara 
Mana Suka Siaran Niaga (sehari dua kali). Sejak April tahun1981 hingga akhir 90-an TVRI tidak diperbolehkan menayangkan iklan, dan akhirnya TVRI kembali menayangkan iklan. 
Status TVRI saat ini adalah Lembaga Penyiaran Publik. 
Sebagian biaya operasional TVRI masih ditanggung oleh negara.

TVRI memonopoli siaran televisi di Indonesia sebelum tahun 1989 ketika didirikan televisi swasta pertama RCTI 
di Jakarta, dan SCTV pada tahun 1990 di Surabaya.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281 
atau e-mail: neneng123usman@gmail.com
Sold