Kamis, 09 Agustus 2018

Lithography antik, Jan Pieterszoon Coen dan Tanda tangannya (Sold Out)

Tanda tangan Jan Pieterszoon Coen

Lithography antik dari sekitar abad 17, pendiri kota Batavia dan Gubernur Jendral Hindia Belanda (Nederlandsch Indie – sekarang Indonesia) yang paling fenomenal dan paling terkenal, Jan Pieterszoon Coen, lengkap dengan tanda tangannya.
Ukuran: kurang lebih ukuran Folio.
Lithography antik dengan tissue pelindung dari kertas tipis seperti sutera.
Kondisi: kertas sudah berwarna kecoklatan/kekuningan (foxing)
               maklum lithography yang sudah tua (berusia berabad-abad)
Lithography antik Jan Pieterszoon Coen, lengkap dengan tanda tangannya,
adalah barang yang sangat langka, mungkin hanya ada beberapa saja di Indonesia.

 Gambar dengan tissue pelindung dari kertas tipis seperti sutera

(Tulisan "koleksi tempo doeloe" tidak terdapat pada gambar aslinya)



Bagian belakang: blank / kosong

 Patung Jan Pieterszoon Coen di Waterlooplein 
(sekarang Lapangan Banteng), Batavia th.1941, 
setahun sebelum dihancurkan tentara Jepang

Makam Jan Pieterszoon Coen, 
yang sekarang menjadi bagian dari Museum Wayang, Jakarta

 Jan Pieterszoon Coen
lahir di Hoorn, Belanda, 8 Januari 1587 – meninggal di Batavia, 21 September 1629 pada umur 42 tahun adalah Gubernur-Jenderal Hindia-Belanda yang keempat dan keenam. 
Pada masa jabatan pertama ia memerintah antara tahun 1619 – 1623, 
dan masa jabatan yang kedua berlangsung antara tahun 1627 – 1629.
Ia adalah pendiri kota Batavia dan Gubernur Jendral Hindia Belanda (Nederlandsch Indie – sekarang Indonesia) 
yang paling fenomenal dan paling terkenal.

Pengangkatan sebagai Gubernur-Jenderal
Pada usia 31 tahun, pada tanggal 18 April 1618, ia diangkat menjadi Gubernur-Jenderal.
Akan tetapi baru pada 21 Mei 1619 ia resmi memangku jabatan tersebut dari Gubernur Jenderal sebelumnya, Laurens Rael. 
Setelah menjadi Gubernur-Jenderal, ia tidak tahan terhadap orang Banten dan orang Inggris di sana, maka iapun memindahkan kantor Kompeni ke Jakarta, di mana ia membangun pertahanan. 
Pada tanggal 30 Mei 1619 dia menaklukkan Jayakarta dan namanya diubah menjadi Batavia (Batavieren).
Sementara itu orang-orang Inggris tidak diam, mereka marah atas perlakuan orang Belanda terhadap orang Inggris di Maluku.

Sebagai balas dendam mereka merebut sebuah kapal Belanda De Swarte Leeuw yang berisi penuh dengan muatan. 
Maka setelah itu pertempuran antara kedua kubu pun dimulai. 
J.P. Coen sebagai pemimpin Belanda, bisa memenangkan pertempuran melawan orang Inggris. Setelah menang melawan Inggris, ia merusak Jakarta dan membangun benteng Belanda di kota itu. Di atas puing-puing kota Jakarta ia membangun kota baru yang dinamakannya menjadi Batavia.

Penyerahan kekuasaan dan masa jabatan kedua
Pada tahun 1623, ia menyerahkan kekuasaan kepada Pieter de Carpentier dan ia sendiri pulang ke Belanda. 
Oleh pimpinan Kompeni (VOC) ia disuruh kembali ke Hindia dan menjadi Gubernur-Jenderal kembali.
Maka iapun datang pada tahun 1627. 
Pada masa jabatannya kedua ia terutama berperang melawan Kesultanan Banten dan Mataram.
Mataram menyerang Batavia dua kali, yaitu pada tahun 1628 dan 1629.

Kedua-duanya gagal, tetapi Coen tewas secara mendadak pada tanggal 21 September 1629, 
empat hari setelah istrinya, Eva Ment, melahirkan seorang putri yang juga meninggal.
J.P. Coen dikenang sebagai pendiri Nederlandsch Indie (Hindia-Belanda) di tanah asalnya Belanda. Namanya banyak dipakai sebagai nama-nama jalan dan bahkan di Amsterdam ada sebuah gedung yang dinamai dengan namanya (Coengebouw).
Sebaliknya, di Indonesia ia dikenal sebagai seorang pembesar Kompeni yang kejam.

Meninggal
Jan Pieterszoon Coen meninggal di Batavia pada tanggal 21 September 1629.
Terdapat 2 versi yang berbeda mengenai penyebab kematian Coen.
Menurut versi Belanda, Coen meninggal karena kolera yang kini lebih dikenal dengan muntaber (muntah berak), 
sedangkan versi lainnya meyakini bahwa kematian Coen akibat serangan bala tentara Sultan Agung dari Mataram.

Dari kedua versi ini kemudian diyakini bahwa Coen meninggal karena terjangkit wabah kolera yang sengaja disebarkan oleh pasukan Mataram di Sungai Ciliwung setelah peristiwa Serangan Besar di Batavia tahun 1628.

Untuk mengenang Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen, pemerintah kolonial Belanda telah mendirikan sebuah monumen dan patung pendiri Kota Batavia itu.
Gubernur Jenderal VOC (1619-1623 dan 1627-1629) ini, dibuat patungnya pada 1869,
bertepatan dengan 250 tahun usia kota Batavia oleh Gubernur Jenderal Pieter Mijer (1866-1872).
Patung Coen yang berdiri dengan angkuh sambil menunjuk jari telunjuknya dengan mottonya yang terkenal: "Dispereet Niet"  ("pantang berputus asa").

Setelah berdiri selama 74 tahun di depan Gedung Putih yang kini jadi Gedung Departemen Keuangan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, patung dari tembaga ini pun digusur dan dihancurkan pada 7 Maret 1942 selama pendudukan Jepang. 
Di masa kolonial Belanda, ulang tahun Jakarta selalu diperingati pada 30 Mei, (sekarang 22 juni)
ketika di tanggal tersebut tahun 1619, Coen menghancurkan Jayakarta. 
Sumber:  Wikipedia

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang, cara pembayaran dll.
silahkan hub. 0813.1540.5281  Call / WhatsApp
atau e-mail: neneng123usman@gmail.com
Sudah Terjual

Tidak ada komentar:

Posting Komentar