Senin, 20 Januari 2014

Buku kuno dari awal th.1950 an, Master Plan dari Kota Baru Kebajoran

Kebajoran, a new town under construction

Master Plan kota satelit Kebajoran

Jakarta ke Kebayoran saat itu masih berjarak 4,5 kilometer,
sekarang sudah menjadi satu kota Metropolitan (DKI Jakarta)

Mabes POLRI di Jl. Trunojoyo

Bioskop Mayestik yang masih baru

Pertokoan yang sekarang adalah komplek pertokoan/pasar Mayestik

Gedung yang sekarang di perempatan CSW

Sebuah Empang yang kini menjadi Taman Ayodhya Barito
dibelakangnya adalah Gereja Katolik Blok B

Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) 
sekarang di Jl. Falatehan, tidak jauh dari terminal Bus Blok M

Rumah dengan model seperti ini, banyak ditemui saat ini
di Jl. Panglima Polim IX


Kantor Pos yang sekarang di Taman Puring, dekat Mayestik

Perkembangan Kebayoran dari th.1949 s/d 1954


Buku kuno dari awal th.1950 an, buku “Master Plan” rencana Kota Baru Kebajoran.
A New Town Under Construction, an Impression of a Satelite Town.
Dicetak oleh: Van Dorp Djakarta
Dengan penyusun buku: Prof. Ir. K. Hadinoto.
Isi buku dari awal sampai akhir adalah Foto-foto jadul dari awal dibangunnya Kebayoran Baru.
Didalam buku ada banyak lagi foto-foto jadul Kebayoran Baru, selain yang terdapat diatas.

Adolf  Heuken menulis, dulu kawasan Menteng di Jakarta Pusat merupakan
kota taman pertama di Indonesia, tentunya yang dirancang para arsitek Belanda.
Namun, banyak warga Jakarta yang belum tahu bahwa Kebayoran Baru di Jakarta Selatan adalah kota taman pertama di Indonesia yang dirancang arsitek lokal, Moh. Soesilo (1948).

Pada tahun tahun 1938 kawasan Kebayoran direncanakan akan dibangun sebuah lapangan terbang internasional. Namun rencana itu batal karena keburu perang dunia II.
Akhirnya dibangunlah kota satelit Kebayoran Baru, yang meliputi areal seluas 730 hektar. Kawasan ini direncanakan untuk menampung 100 ribu penduduk.
Mungkin kini, jumlah penduduk Kebayoran bisa berlipat-lipat dengan jumlah penduduk
yang rencananya akan ditampung.

Pada tahun 1950-an, kawasan Kebayoran Baru terus berkembang.
Namun meski terus berkembang, tetap saja sering disebut kampung udik.
Penduduknya pun disebut sebagai orang udik.
Maklum, Kebayoran Baru dulu letaknya terpisah dari pusat Kota Jakarta,
sekitar 8 kilometer ke arah selatan Batavia.

Saat itu, untuk masuk kawasan Kebayoran Baru, hanya ada dua jalan.
Pertama melalui Kebayoran Lama terus melalui Jalan Kyai Maja
atau melewati Manggarai dan masuk ke Jalan Wolter Monginsidi yang becek.
Jalan Sudirman ketika itu belum ada.
Warga Jakarta dulu pasti berpikir seribu kali jika akan menuju kawasan Kebayoran Baru.
Selain kawasan ini sepi, ada jagoan bernama Mat Item.
Mereka takut dihadang Mat Item, jagoan Kebayoran Lama yang dikenal sangar.

Cerita tentang Kebayoran Baru juga mengalir lancar dari bibir Adolf Heuken, 79 tahun.
Pastor Jesuit asal Jerman itu mengatakan, Kebayoran Baru saat masa penjajahan Belanda merupakan kota satelit Batavia.
"Kebayoran baru adalah tempat ruang terbuka hijau," kata Adolf.
Pada tahun 1963 fungsi dari Kebayoran Baru sebagai kota satelit masih dipertahankan.
"Dulu tidak ada jalan dan perumahan di daerah itu, seperti Mampang, Warung Buncit
dan Pejaten," katanya. Semua lahannya masih ditumbuhi pepohonan.

Adolf mengatakan, pada masa pemerintahan Gubernur DKI Ali Sadikin,
wilayah Kebayoran hingga Semanggi tidak diperbolehkan untuk mendirikan bangunan.
Namun dalam perkembangannya makin banyak para pendatang dari luar Jakarta
yang memenuhi wilayah Kebayoran.
Tentunya makin banyaknya penduduk, memicu pembangunan pembangunan rumah
yang begitu cepat. "Ini juga yang membuat harga tanahnya terus tinggi," ujarnya.

Sebenarnya pada tahun 1950, Kebayoran Baru dirancang untuk ditempati 50 ribu orang saja.
Tapi sekarang jumlahnya jauh melebihi itu.
Dulunya kota satelit tapi sekarang kota yang krodit.


Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281

atau e-mail: neneng1971@yahoo.com .
Sudah Terjual

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar