Minggu, 10 Maret 2013

Buku Jadul th.1960an yang Langka dari Tan Malaka - Islam Dalam Tindjauan Madilog

 

MA-DI-LOG: Materialisme-Dialektika-Logika

 Kata pengantar oleh HAMKA


Buku Jadul th.1960an yang langka dari Tan Malaka,
Islam Dalam Tindjauan Madilog: Materialisme-Dialektika-Logika.
Saat ini, buku-buku jadul (bukan edisi baru / cetak ulang) dari Tan Malaka, Pramoedya Ananta Toer dan D.N. Aidit, sangat dicari oleh Kolektor. Tapi buku-buku jadul tsb. semakin langka, karena diperkirakan sudah banyak yang berada ditangan kolektor dari Jakarta dan Surabaya.

Tan Malaka seorang pejuang nasionalis yang penuh dengan kontroversial dalam melaksanakan perjuangan nya untuk membebaskan dari kaum penjajah dan juga dari dunia pendidikan. Seorang putra Minangkabau  bernama Tan Malaka, nama lengkapnya Ibrahim Datuk Tan Malaka. Lahir pada Juni th.1897, pada tahun 1921 Tan Malaka  telah terjun ke dalam gelanggang politik dan punya semangat perjuangan untuk membebaskan Bangsa dan Negaranya dari jajahan Belanda.

Dalam melawan kaum penjajah Tan Malaka suka berpindah tempat menghindari dari tangkapan kaum Belanda. Sering keluar masuk penjara adalah resiko hidup yang di pilih oleh Tan Malaka. Perjalanan jauh sampai ke daratan China tidak menghalangi semangat Tan Malaka dalam mendapatkan ilmu Pengetahuan.

Tan Malaka suka membaca dan menulis, sebab dari membaca itulah banyak di dapat pengetahuan baru yang menjadi pedoman dalam perjuangan. Namun sesuai dengan berjalan nya waktu, Tan Malaka menunjukkan paham yang diyakininya dalam berjuang membebaskan Indonesia dari tangan tangan penjajahan, sama dengan paham yang dianut Muhammad Yamin, Mohammad Hatta, Syarifuddin Prawiranegara, Sutan Syahrir dan lain-lainnya.

Ketika Indonesia sudah mendapatkan Kemerdekaan nya maka Tan Malaka merintis pembentukan Partai MURBA, 7 November 1948 di Yogyakarta.Tapi setahun setelah itu pada tahun 1949 tepatnya bulan Februari, Tan Malaka hilang tidak tahu rimbanya. Kalau meninggal dimana Pusara, sampai sekarang  tiada berita. Setiap orang hanya bisa bertanya, entah siapa yang mengambil nyawa, seorang yang bernama Tan Malaka.

Tan Malaka menuangkan gagasan-gagasannya ke dalam sekitar 27 buku, brosur dan ratusan artikel di berbagai surat kabar terbitan Hindia Belanda. Karya besarnya “MADILOG” mengajak dan memperkenalkan kepada bangsa Indonesia cara berpikir ilmiah, bukan berpikir secara hafalan atau dogmatis dan doktriner.

Apakah nanti Tan Malaka juga diangkat jadi Pahlawan Nasional seperti tiga Pahlawan Nasional sebelumnya dari Sumatera Barat yaitu : Muhammad Natsir di tahun 2008, Syafruddin Prawiranegara dan Prof. HAMKA di tahun 2011?

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian,
pengiriman barang, cara pembayaran dll.
silahkan hub. HP. 0813.1540.5281 
Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim
untuk biaya TIKI atau Posindo.
Sudah Terjual

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar