Senin, 20 Januari 2014

Kumpulan Pidato Mohammad Hatta, dari tahun 1942 s.d. 1949




Judul: Kumpulan Pidato Dari tahun 1942 s.d. 1949
Penulis: Mohammad Hatta
Penyusun: I. Wangsa Widjaja & Meutia F. Swasono (anak Bung Hatta)
Bahasa: Indonesia
Kulit Muka: Soft Cover
Tebal: 332 Halaman
Dimensi: 15 x 21 Cm
Penerbit: Yayasan Idayu, Jakarta
Tahun: Cetakan Pertama, 1981
Kondisi: Bagus

Bahkan di Belanda, Bung Hatta Berpidato dalam Bahasa Indonesia
Suasana negri Belanda yang dingin di akhir bulan Desember 1949, namun terlihat di lapangan di depan Paleis op de Dam banyak sekali masyarakat yang berkumpul terutama masyarakat Indonesia yang ada di Negri Belanda. Mereka dengan bersemangat menanti kedatangan Wakil Presiden Drs. Mohammad Hatta. Terlihat Bung Hatta memakai mantel hitam yang tebal namun tidak memakai penutup kepala atau peci.

Upacara dimulai dengan Bung Hatta memeriksa barisan kehormatan dan kemudian gambar dilanjutkan dengan suasana di dalam istana.penyerahan kedaulatan yang terjadi pada 27 desember 1949 di Istana Dam. Peristiwanya adalah Soevereiniteits Overdracht in Het Koninklijk Paleis te Amsterdam atau Penyerahan Kedaulatan di Istana Kerajaan di Amsterdam.

Sebelum upacara dimulai, perwakilan negri Belanda dan Indonesia sempat beramahtamah dan kemudian dilaksanakan upacara penyerahan kedaulatan dari Ratu Juliana kepada wakil presiden Republik Indonesia Bung Hatta. Dalam upacara ini terlihat juga Sultan Pontianak Alkadrie dan Prof Dr Supomo,. Sedangkan dari delegasi Belanda terlihat PM Belanda Willem Drees dan juga Van Royen yang terkenal dengan perjanjian Roem Royen itu.

Setelah penandatanganan teks naskah penyerahan kedaulatan , dilanjutkan dengan pidato Ratu Juliana dalam Bahasa Belanda. Setelah itu dilanjutkan oleh pidato Bung Hatta yang dibacakan dalam Bahasa Indonesia. Dalam acara itu, hampir semua pidato maupun protokoler dilaksanakan dalam dua bahasa yaitu bahasa Belanda dan Bahasa Inggris. Konon teks pidato dalam bahasa Indonesia yang ditulis tangan ini keesokan harinya diserahkan kepada PM Belanda sebagai kenang-kenangan.

Disinilah kita melihat betapa tingginya nilai nasionalisme Bung Hatta. Beliau mengucapkan pidato ini dalam bahasa Indonesia bukan karena beliau tidak bisa berbahasa Inggris atau Belanda. Tentu saja beliau fasih kedua bahasa itu. Apalagi beliau sempat tinggal bertahun-tahun di Belanda ketika menuntut ilmu di negri kincir angin ini.

Penyerahan kedaulatan ini merupakan hasil dari Konperensi Meja Bundar atau Ronde Tafel Conferentie (RTC) yang diadakan di Den Haag pada 23 Agustus sampai 2 November 1949. Dan bersamaan dengan penyerahan kedaulatan inilah maka keberadaan Republik Indonesia pun diakui di tatanan bangsa-bangsa di dunia.
Sumber: http://sejarah.kompasiana.com/

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281
atau e-mail: neneng1971@yahoo.com.
Sudah Terjual

Buku kuno dari awal th.1950 an, Master Plan dari Kota Baru Kebajoran

Kebajoran, a new town under construction

Master Plan kota satelit Kebajoran

Jakarta ke Kebayoran saat itu masih berjarak 4,5 kilometer,
sekarang sudah menjadi satu kota Metropolitan (DKI Jakarta)

Mabes POLRI di Jl. Trunojoyo

Bioskop Mayestik yang masih baru

Pertokoan yang sekarang adalah komplek pertokoan/pasar Mayestik

Gedung yang sekarang di perempatan CSW

Sebuah Empang yang kini menjadi Taman Ayodhya Barito
dibelakangnya adalah Gereja Katolik Blok B

Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) 
sekarang di Jl. Falatehan, tidak jauh dari terminal Bus Blok M

Rumah dengan model seperti ini, banyak ditemui saat ini
di Jl. Panglima Polim IX


Kantor Pos yang sekarang di Taman Puring, dekat Mayestik

Perkembangan Kebayoran dari th.1949 s/d 1954


Buku kuno dari awal th.1950 an, buku “Master Plan” rencana Kota Baru Kebajoran.
A New Town Under Construction, an Impression of a Satelite Town.
Dicetak oleh: Van Dorp Djakarta
Dengan penyusun buku: Prof. Ir. K. Hadinoto.
Isi buku dari awal sampai akhir adalah Foto-foto jadul dari awal dibangunnya Kebayoran Baru.
Didalam buku ada banyak lagi foto-foto jadul Kebayoran Baru, selain yang terdapat diatas.

Adolf  Heuken menulis, dulu kawasan Menteng di Jakarta Pusat merupakan
kota taman pertama di Indonesia, tentunya yang dirancang para arsitek Belanda.
Namun, banyak warga Jakarta yang belum tahu bahwa Kebayoran Baru di Jakarta Selatan adalah kota taman pertama di Indonesia yang dirancang arsitek lokal, Moh. Soesilo (1948).

Pada tahun tahun 1938 kawasan Kebayoran direncanakan akan dibangun sebuah lapangan terbang internasional. Namun rencana itu batal karena keburu perang dunia II.
Akhirnya dibangunlah kota satelit Kebayoran Baru, yang meliputi areal seluas 730 hektar. Kawasan ini direncanakan untuk menampung 100 ribu penduduk.
Mungkin kini, jumlah penduduk Kebayoran bisa berlipat-lipat dengan jumlah penduduk
yang rencananya akan ditampung.

Pada tahun 1950-an, kawasan Kebayoran Baru terus berkembang.
Namun meski terus berkembang, tetap saja sering disebut kampung udik.
Penduduknya pun disebut sebagai orang udik.
Maklum, Kebayoran Baru dulu letaknya terpisah dari pusat Kota Jakarta,
sekitar 8 kilometer ke arah selatan Batavia.

Saat itu, untuk masuk kawasan Kebayoran Baru, hanya ada dua jalan.
Pertama melalui Kebayoran Lama terus melalui Jalan Kyai Maja
atau melewati Manggarai dan masuk ke Jalan Wolter Monginsidi yang becek.
Jalan Sudirman ketika itu belum ada.
Warga Jakarta dulu pasti berpikir seribu kali jika akan menuju kawasan Kebayoran Baru.
Selain kawasan ini sepi, ada jagoan bernama Mat Item.
Mereka takut dihadang Mat Item, jagoan Kebayoran Lama yang dikenal sangar.

Cerita tentang Kebayoran Baru juga mengalir lancar dari bibir Adolf Heuken, 79 tahun.
Pastor Jesuit asal Jerman itu mengatakan, Kebayoran Baru saat masa penjajahan Belanda merupakan kota satelit Batavia.
"Kebayoran baru adalah tempat ruang terbuka hijau," kata Adolf.
Pada tahun 1963 fungsi dari Kebayoran Baru sebagai kota satelit masih dipertahankan.
"Dulu tidak ada jalan dan perumahan di daerah itu, seperti Mampang, Warung Buncit
dan Pejaten," katanya. Semua lahannya masih ditumbuhi pepohonan.

Adolf mengatakan, pada masa pemerintahan Gubernur DKI Ali Sadikin,
wilayah Kebayoran hingga Semanggi tidak diperbolehkan untuk mendirikan bangunan.
Namun dalam perkembangannya makin banyak para pendatang dari luar Jakarta
yang memenuhi wilayah Kebayoran.
Tentunya makin banyaknya penduduk, memicu pembangunan pembangunan rumah
yang begitu cepat. "Ini juga yang membuat harga tanahnya terus tinggi," ujarnya.

Sebenarnya pada tahun 1950, Kebayoran Baru dirancang untuk ditempati 50 ribu orang saja.
Tapi sekarang jumlahnya jauh melebihi itu.
Dulunya kota satelit tapi sekarang kota yang krodit.


Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281

atau e-mail: neneng1971@yahoo.com .
Sudah Terjual

Rabu, 15 Januari 2014

Peta Kuno Jawa Tengah di Jaman Belanda. Ukuran besar: lebar setengah meter (50 cm x tinggi 32 cm)

Peta Kuno Jawa Tengah di Jaman Belanda

Karesidenan Djokjakarta dan Soerakarta

Karesidenan Banjoemas, Kedoe dan Pekalongan

Karesidenan Semarang dan Rembang

Insert di kiri atas: peta kuno Semarang

Midden Java - Jawa Tengah (Schaal / Skala)

Bagian belakang Peta

Peta Kuno Jawa Tengah di Jaman Belanda (Nederlandsch Indie).
Ukuran besar: lebar setengah meter (50 cm x tinggi 32 cm)
Bagian belakang peta: blank / kosong.
Keterangan pada Peta, masih  menggunakan bahasa Belanda.
Pembuatan Peta: circa th.1910-1920
Sangat historis dan indah setelah diberi bingkai / frame dan dipajang di ruang tamu,
dan akan menjadi pusat perhatian dari setiap tamu yang datang ke rumah anda.

Kondisi: bagus untuk ukuran peta yang sudah tua  (asli - bukan repro)
Peta kuno Jawa Tengah dari jaman Belanda adalah barang langka,
apalagi yang berukuran besar.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Harga  (Sold) 
(sudah termasuk ongkos kirim via TIKI JNE atau Pos Indonesia)
Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281 
atau e-mail: neneng1971@yahoo.com.

Sudah Terjual