Selasa, 26 Maret 2013

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck sebuah karya sastra Hamka, oleh Balai Pustaka th.1958


Diterbitkan oleh: Balai Pustaka Djakarta 1958

Isi  Buku

Pengharapan jang putus

Surat Hajati jang penghabisan

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck adalah sebuah karya sastra yang ditulis oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan nama Hamka.
Diterbitkan oleh Balai Pustaka Djakarta  th.1958
Tebal:  200 halaman.
Kondisi buku: bagus untuk sebuah buku tua, halaman lengkap.
Buku HAMKA yang jadul (bukan edisi masa kini) adalah buku yang cukup langka.


Tenggelamnya Kapal Van der Wijck mengisahkan persoalan adat yang berlaku di Minangkabau dan perbedaan latar belakang sosial yang menghalangi hubungan cinta sepasang kekasih hingga berakhir dengan kematian.
Dalam novel ini, Hamka mengkritik beberapa tradisi yang dilakukan oleh masyarakat pada saat itu terutama mengenai kawin paksa. Kritikus sastra Indonesia Bakri Siregar menyebut Van der Wijck sebagai karya terbaik Hamka. Karya sastra Buya Hamka, tak jauh dari 'kisah-kisah yang menguras air mata. Seolah dalam karya sastra nya, Hamka menegaskan bahwa di dunia yang fana ini, kebahagiaan hakiki lahir dari penderitaan dan kesedihan.

" Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" membuktikan bahwa Hamka memiliki kelebihan untuk membawa pembacanya dalam alur cerita. Dibandingkan dengan roman percintaan zaman sekarang, karya Hamka terlukis secara santun, meyakinkan bahwa cinta sejati berwujud murni tanpa nafsu berahi. Dan sebagai karya sastra klasik, " Tenggelamnya Kapan Van Der Wijck" memberikan kepada kita moral yang berlebih : tentang sifat manusia, pertentangan adat, kehidupan, penyesalan, kesedihan, kejujuran, kebahagiaan hakiki, dan arti cinta yang sebenarnya.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Harga: (Sold)
Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281
atau e-mail: neneng1971@yahoo.com.
Sudah Terjual

Sabtu, 23 Maret 2013

Buku karangan R.A. Kartini "Habis Gelap Terbitlah Terang".

Habis Gelap Terbitlah Terang

Buku diterbitkan: Djakarta 1963

R.A. Kartini

Tiga Serangkai: Kartini - Kardinah - Rukmini

R.M. Adipati Ario Sosroningrat, ayah dari R.A. Kartini

Berdiri: R.A. Kartini dan R.Adipati Djojo Adiningrat
Duduk: R.A. Kartini, R.A. Rukmini, R.A. Sumatri
Di foto di Rembang pada tgl.21 November 1903,
tiada lama sehabis pesta pernikahan dilangsungkan.

Dr. N. Adriani dan isteri (di foto tahun 1911)

H. van Kol dan anaknja perempuan (di foto tahun 1904)

Kerajinan mengukir kayu di kota Jepara sudah ada sejak jaman Belanda.

Makam R.A. Kartini di Bulu, dekat Rembang.

Buku karangan R.A. Kartini
"Habis Gelap terbitlah terang"
Diterbitkan oleh Balai Pustaka Djakarta  th.1963
Tebal:  234 halaman plus.
Kondisi buku: sangat bagus untuk sebuah buku tua, halaman lengkap, sampul bagus.
Buku Kartini yang jadul (bukan edisi masa kini) adalah buku yang cukup langka.
             
Raden Ajeng Kartini
"Door Duisternis tot Licht" - "Habis Gelap Terbitlah Terang", itulah judul buku dari kumpulan surat-surat Raden Ajeng Kartini yang terkenal. Surat-surat yang dituliskan kepada sahabat-sahabatnya di negeri Belanda itu kemudian menjadi bukti betapa besarnya keinginan dari seorang Kartini untuk melepaskan kaumnya dari diskriminasi yang sudah membudaya pada zamannya.

Di era Kartini, akhir abad 19 sampai awal abad 20, wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan menentukan jodoh/suami sendiri, dan lain sebagainya.

Kartini yang merasa tidak bebas menentukan pilihan bahkan merasa tidak mempunyai pilihan sama sekali karena dilahirkan sebagai seorang wanita, juga selalu diperlakukan beda dengan saudara maupun teman-temannya yang pria, serta perasaan iri dengan kebebasan wanita-wanita Belanda, akhirnya menumbuhkan keinginan dan tekad di hatinya untuk mengubah kebiasan kurang baik itu.

Pada saat itu, Raden Ajeng Kartini yang lahir di Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879, ini sebenarnya sangat menginginkan bisa memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, namun sebagaimana kebiasaan saat itu dia pun tidak diizinkan oleh orang tuanya.

Dia hanya sempat memperoleh pendidikan sampai E.L.S. (Europese Lagere School) atau tingkat sekolah dasar. Setamat E.L.S, Kartini pun dipingit sebagaimana kebiasaan atau adat-istiadat yang berlaku di tempat kelahirannya dimana setelah seorang wanita menamatkan sekolah di tingkat sekolah dasar, gadis tersebut harus menjalani masa pingitan sampai tiba saatnya untuk menikah.

Merasakan hambatan demikian, Kartini remaja yang banyak bergaul dengan orang-orang terpelajar serta gemar membaca buku khususnya buku-buku mengenai kemajuan wanita seperti karya-karya Multatuli "Max Havelaar" dan karya tokoh-tokoh pejuang wanita di Eropa, mulai menyadari betapa tertinggalnya wanita sebangsanya bila dibandingkan dengan wanita bangsa lain terutama wanita Eropa. 
 Dia merasakan sendiri bagaimana ia hanya diperbolehkan sekolah sampai tingkat sekolah dasar saja padahal dirinya adalah anak seorang Bupati. Hatinya merasa sedih melihat kaumnya dari anak keluarga biasa yang tidak pernah disekolahkan sama sekali.

Sejak saat itu, dia pun berkeinginan dan bertekad untuk memajukan wanita bangsanya, Indonesia. Dan langkah untuk memajukan itu menurutnya bisa dicapai melalui pendidikan. Untuk merealisasikan cita-citanya itu, dia mengawalinya dengan mendirikan sekolah untuk anak gadis di daerah kelahirannya, Jepara. Di sekolah tersebut diajarkan pelajaran menjahit, menyulam, memasak, dan sebagainya. Semuanya itu diberikannya tanpa memungut bayaran alias cuma-cuma.

Bahkan demi cita-cita mulianya itu, dia sendiri berencana mengikuti Sekolah Guru di Negeri Belanda dengan maksud agar dirinya bisa menjadi seorang pendidik yang lebih baik. Beasiswa dari Pemerintah Belanda pun telah berhasil diperolehnya, namun keinginan tersebut kembali tidak tercapai karena larangan orangtuanya. Guna mencegah kepergiannya tersebut, orangtuanya pun memaksanya menikah pada saat itu dengan Raden Adipati Joyodiningrat, seorang Bupati di Rembang.

Berbagai rintangan tidak menyurutkan semangatnya, bahkan pernikahan sekalipun. Setelah menikah, dia masih mendirikan sekolah di Rembang di samping sekolah di Jepara yang sudah didirikannya sebelum menikah. Apa yang dilakukannya dengan sekolah itu kemudian diikuti oleh wanita-wanita lainnya dengan mendirikan ‘Sekolah Kartini’ di tempat masing-masing seperti di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, dan Cirebon.

Setelah meninggalnya Kartini, surat-surat tersebut kemudian dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku yang dalam bahasa Belanda berjudul Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Apa yang terdapat dalam buku itu sangat berpengaruh besar dalam mendorong kemajuan wanita Indonesia karena isi tulisan tersebut telah menjadi sumber motivasi perjuangan bagi kaum wanita Indonesia di kemudian hari.

Apa yang sudah dilakukan RA Kartini sangatlah besar pengaruhnya kepada kebangkitan bangsa ini. Mungkin akan lebih besar dan lebih banyak lagi yang akan dilakukannya seandainya Allah memberikan usia yang panjang kepadanya. Namun Allah menghendaki lain, ia meninggal dunia di usia muda, usia 25 tahun, yakni pada tanggal 17 September 1904, ketika melahirkan putra pertamanya.

Mengingat besarnya jasa Kartini pada bangsa ini maka atas nama negara, pemerintahan Presiden Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.
Sumber: http//www.tokohindonesia.com
Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Harga:  (Sold)
Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. 0813.1540.5281
atau e-mail: neneng1971@yahoo.com.
Sudah Terjual

Jumat, 15 Maret 2013

Ratusan bh. Foto-foto Sejarah Dunia th.1937 ukuran besar, Het Jaar 1937 Wereld Geschiedenis

Ratusan bh. Foto-foto Sejarah Dunia th.1937,  Het Jaar 1937 Wereld Geschiedenis

 Peninggalan dari Mr. (Master in the Rechten) Prof. DR. Gouw Giok Siong (Sudargo Gautama)
pakar Hukum Perdata Internasional dan praktisi hukum paling handal di Indonesia masa lalu.

.
Mussolini dan Hitler
menginspeksi barisan tentara

Mussolini berkunjung ke Jerman
Bersalaman dengan Nyonya Herman Goring,
bahkan seorang Diktator pun bisa bersikap menawan.

Bersama Adolf Hitler
Dibalik dari barisan Tentara ini, terdapat sambutan dari Rakyat yang gembira.

20 Juli 1937: Jepang memulai serangan "expedisi hukuman" terhadap China.
Sebuah Perang kejam mengamuk, tanpa satu pihakpun yang menyatakan perang.

Kejadian setiap hari di Madrid
Perang ini memiliki level yang tinggi pada peradaban kami.

Ini adalah pemandangan biasa di jalan-jalan di Madrid pada th.1937

Kapal Jerman yang perkasa Zeppelin "De Hindenburg" terbakar
ketika akan mendarat di Lakehurst, Amerika Serikat.

12 Mei 1937: Raja George VI dan Ratu Elizabeth dari Inggris
akan dinobatkan di Westminster Abbey.

God Save The King
Archbishop Canterbury menobatkan Raja George VI

Sama-sama mengesankan, penobatan Ratu (Elisabeth Bowes Lyon)

Keluarga Kerajaan Inggris (dari kiri kekanan)
Putri Elizabeth (sekarang Ratu Inggris yang telah berusia 86 tahun)
dan Putri Margaret
belakang: Ratu Elisabeth, Ratu Mary, Raja George VI.
Dari semua yang ada pada foto diatas,
hanya Puteri Elizabeth (Ratu Inggris sekarang) yang masih hidup.

Raja Inggris yang turun tahta di th.1936, Edward VIII
bersama isterinya Wallis Simpson

Buku kuno Hard Cover ukuran besar berisi Ratusan bh. Foto-foto Sejarah Dunia th.1937
Het Jaar 1937 Wereld Geschiedenis.
Silahkan lihat beberapa contoh foto-foto pada gambar diatas.
Buku ini adalah peninggalan dari Mr. (Master in the Rechten) Prof. DR. Gouw Giok Siong (Sudargo Gautama) alm. pakar Hukum Perdata Internasional dan praktisi hukum yang paling handal di Indonesia pada masa lalu.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat. 

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian,
pengiriman barang, cara pembayaran dll.
silahkan hub. HP. 0813.1540.5281
atau e-mail: neneng1971@yahoo.com
Sudah Terjual