Jumat, 18 Mei 2012

Perangko PRRI Permesta, 50 Sen, 1 Rupiah, 2 Rupiah dan 2,50 Rupiah. Set Komplit 4 bh. perangko used

Set Komplit - 4 Perangko Used

50 Sen

1 Rupiah

2 Rupiah

2 Rupiah 50 sen

Untuk kolektor perangko langka - Filatelis, perangko PRRI Permesta.
Nilai 50 Sen, 1 Rupiah, 2 Rupiah dan 2,50 Rupiah. Used - terkirim.
Perangko Permesta adalah salah satu jenis perangko yang paling langka
yang pernah diterbitkan di Indonesia.
Pada Masa Revolusi th.1945 - 1949 dan beberapa waktu sesudahnya,
banyak daerah yang menerbitkan uang kertas nya sendiri.

Untuk perangko, jarang sekali daerah di Indonesia yang menerbitkannya,
dengan pengecualian adalah perangko Permesta.
Diterbitkan dalam jumlah sedikit, membuat perangko Permesta sangat langka saat ini.
Perangko Permesta tidak tercantum di Katalog Perangko Indonesia, tapi tercantum di Katalog perangko terbitan Belanda, Zonnebloem, dengan nilai yang sangat tinggi. 
Sayang saya tidak memiliki Katalog terbitan Belanda tsb.

Perangko Permesta adalah salah satu jenis perangko yang paling langka yang pernah diterbitkan di Indonesia dan paling dicari Kolektor Perangko / Filatelis saat ini.

PERMESTA 
Perdjuangan Semesta atau Perdjuangan Rakjat Semesta disingkat Permesta, 
adalah sebuah gerakan militer di Indonesia.
Gerakan ini dideklarasikan oleh pemimpin sipil dan militer Indonesia Timur 
pada 2 Maret 1957 yaitu oleh Letkol Ventje Sumual.                                                        
Pusat pemberontakan ini berada di Makassar yang pada waktu itu,
merupakan ibu kota Sulawesi.  
Awalnya masyarakat Makassar mendukung gerakan ini.                                            
Setahun kemudian, pada 1958 markas besar Permesta dipindahkan ke Manado.
Disini timbul kontak senjata dengan pasukan pemerintah pusat sampai mencapai gencatan senjata.  Masyarakat di daerah Manado waktu itu tidak puas dengan keadaan pembangunan di daerah mereka.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian,
pengiriman barang, cara pembayaran dll.
silahkan hub. HP. 021.9471.2076
atau e-mail: neneng1971@yahoo.com
Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim
untuk biaya TIKI atau Posindo. 
Sudah Terjual

Rabu, 02 Mei 2012

5 bh. Poster Film Jadul asli dari luar negeri, semuanya dari Perusahaan Film terkenal - Shaw Brothers Hong Kong






5 bh. Poster Film Jadul asli dari luar negeri, dari Shaw Brothers - Hong Kong, 
Ukuran lumayan besar
Dicetak pada kertas jadul yang tebal
Bagian belakang: Blank / kosong.
Tulisan pada semua poster dalam bahasa Cina / Mandarin.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian,
pengiriman barang, cara pembayaran dll.
silahkan hub. HP. 021.9471.2076
atau e-mail: neneng1971@yahoo.com
Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim
untuk biaya TIKI atau Posindo.
Sudah Terjual

Selasa, 01 Mei 2012

Koleksi Iklan2 Kuno dari Jacobson van den Berg & Co, Perusahaan Importir di Batavia, pada Jaman Belanda (Nederlandsch Indie)

De Groote Merken !
Merek paling Terkenal !
Imp. Jacoberg / Importir Jacoberg
Jacobson van den Berg & Co.

Tuan dan Nyonya Belanda sedang minum-minum,
diantar oleh pelayan dari negeri jajahan

Sole Importers
Jacobson van den Berg & Co
Samarang, Soerabaya, Batavia, Bandoeng
Cheribon, Makassar, Palembang, Bandjermasin

Iklan Kuno berbagai Merk Rokok jadul - No.1

Iklan Kuno berbagai Merk Rokok jadul - No.2

Iklan Kuno berbagai Merk Rokok jadul - No.3

 Iklan Kuno berbagai Merk Rokok jadul - No.4

 Iklan Kuno berbagai Merk Rokok jadul - No.5

Iklan Kuno berbagai Merk Rokok jadul - No.6

 
Iklan Kuno berbagai Merk Rokok jadul - No.7






8 bh. Iklan Kuno dari Jacobson van den Berg & Co,
Perusahaan Importir di Batavia, pada Jaman Belanda (Nederlandsch Indie).
1 bh. Iklan minuman keras dan 7 bh. iklan rokok impor.
Ukuran iklan: rata-rata ukuran Folio dan A4.
Bagian belakang iklan: masing-masing semuanya Blank / kosong.
Iklan2 dari kertas jadul yang tebal.
Termasuk 2 bh. bungkus Rokok Jadul yang ada bersama-sama iklan2 kuno tsb.

Jacobson van den Berg & Co didirikan pada 1 Juni 1860, memiliki kantor di Jl. Kalibesar 111, Jakarta Barat. Gedungnya terkenal hingga saat ini dengan nama Toko Merah. Perusahaan yang bergerak di bidang asuransi dan industri itu  merupakan salah satu dari The Big Five (lima perusahaan raksasa milik Belanda), selain Internatio, Lindeteves, Borsumij dan Geo Wehry.

The Big Five membentuk sebuah trading house yang kuat dan menguasai jaringan bisnis perdagangan, produksi, jasa, industri, serta distribusi di berbagai negara.
Pada zaman Belanda, NV Jacobson merupakan salah satu perusahaan raksasa yang memiliki jaringan tersebar di seluruh dunia dan memiliki cabang di seluruh kota di Nusantara. Setelah Jepang menaklukkan Hindia Belanda (1942-1945), sejumlah karyawan Belanda, khususnya yang menduduki jabatan tinggi di Jacobson van den Berg dan empat perusahaan lainnya, raib tidak ketahuan rimbanya - diduga dibantai oleh Dai Nippon.

Dalam buku Toko Merah Saksi Kejayaan Batavia Lama di Tepian Muara Ciliwung, Thomas B Ataladjar menulis bahwa pada 1946 — setelah NICA berkuasa kembali di Jakarta — perusahaan raksasa NV Jacobson van den Berg kembali menempati gedung lamanya itu, yakni Toko Merah. Melihat Toko Merah kita jadi ingat pada NV Jacobson van den Berg, sebuah perusahaan dagang Belanda yang dinasionalisasi pada tahun 1957 (pada masa Bung Karno), dan pernah menempati gedung serba merah tersebut. Ketika dilakukan penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Indonesia sebagai hasil dari Konperensi Meja Bundar (KMB) Den Haag pada tahun 1949, masih banyak persoalan yang belum tuntas. 

Bung Karno yang tidak sabar, karena persoalan daerah paling timur Indonesia itu tidak kunjung selesai, pada 13 Pebruari 1956 memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda. Keputusan Bung Karno itu disambut hangat oleh rakyat Indonesia.  Perusahaan-perusahaan milik Belanda yang masih beroperasi diambil alih. Dalam pidatonya melalui RRI Bung Karno mengancam agar para buruh mengambil alih semua perusahaan Belanda bila tidak mau menyerahkan Irian Barat (Papua) kepada Indonesia.

Begitu mendengar pidato Bung Karno itu, para buruh langsung mengambil alih perusahaan milik Belanda,  termasuk NV Jacobson van den Berg. 
Perkebunan dan perbankan milik Belanda juga dinasionalisasi.
Bank-bank peninggalan Belanda, setelah dilebur, menjadi Bank Mandiri. 
Sedangkan The Big Five kemudian dilebur menjadi PT Dharma Bhakti.

Sumber: http://alwishahab.wordpress.com

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian,
pengiriman barang, cara pembayaran dll.
silahkan hub. HP. 021.9471.2076 (Esia).
atau e-mail: neneng1971@yahoo.com
Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim
untuk biaya TIKI atau Posindo.

Sudah Terjual