Jumat, 16 April 2010

Buku kuno th.1957, Artis Film dan Partai Politik (SUDAH TERJUAL)

Artis Film dan Partai Politik
Gambar kulit depan:  Dhalia dalam film "Halilintar"

Hasil Symposium Film Pertama dari Persatuan Pers Film Indonesia
Di Aula Universitas Indonesia di Djakarta tgl 8 September 1957

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Persatuan Pers Film Indonesia (Perpefi)

Symposium Film PERPEFI yang Pertama

Perlukah Artis Film Masuk Partai Politik?


Buku kuno langka yang membahas tentang Artis Film dan Partai Politik.
Rupanya bukan di masa sekarang ini saja, tapi sejak jaman Orde Lama / masa pemerintahan Presiden Soekarno, artis2 Indonesia sudah masuk menjadi kader dari Partai2 Politik.

Artis rupanya tidak lagi sekadar menjadi polesan di panggung kampanye seperti massa Orde Baru. Di zaman reformasi ini, sejumlah selebriti malah beramai-ramai menjadi calon anggota legislatif yang didaftarkan parpol. Kehadiran para caleg "karbitan" ini memang berpotensi mendulang suara. Tapi sekaligus menggusur peluang kader yang sudah bertahun-tahun mengabdi pada parpol.

Selain di legislatif, deretan artis belakangan meramaikan ajang pilkada. Sebut saja Primus Yustisio, Syaiful Jamil, Rano Karno, Dede Yusuf, Eko Patrio, Ayu Azhari dan yang lagi heboh sekarang ini artis sexy Julia Perez. Akankah fenomena artis jadi caleg ini sekadar pemanis dan pendulang suara parpol semata? Dalam sejumlah pilkada, artis memang mendongkrak perolehan suara. Tapi mestinya bukan cuma kekuasaan yang mereka incar. Para selebriti yang menjadi politisi dituntut dedikasi dan loyalitasnya pada rakyat.

Yang pasti rakyat tak berharap sekadar dihibur dengan kehadiran mereka di lembaga eksekutif atau legislatif. Apalagi kalau ternyata fenomena artis berpolitik karena rakyat butuh figur dan kepercayaan baru setelah kecewa pada caleg yang merupakan para kader parpol.

Tebal: 219 halaman
Tahun terbit: 1957
Kondisi: halaman lengkap, jilid utuh,
              Sampul luar agak lusuh dan kotor karena penuaan,
              tapi halaman dalam bagus.
Gambar kulit depan:  Dhalia dalam film "Halilintar"

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan Hub. e-mail: neneng1971@yahoo.com
atau Hub. HP. 021.9471.2076
Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim
untuk biaya TIKI atau Posindo.
Sudah Terjual / SOLD  

Perangko Indonesia di jaman Pendudukan Jepang 1942-45, Cetak Tindih Jangkar diatas perangko Ned Indie 30 cent (SUDAH TERJUAL)

Bagian depan
Bagian belakang


Perangko Indonesia di jaman Pendudukan Jepang 1942-45, 
Cetak Tindih Jangkar diatas perangko Ned Indie 30 cent.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan Hub. e-mail: neneng1971@yahoo.com
atau Hub. HP. 021.9471.2076
Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim
untuk biaya TIKI atau Posindo.
Sudah Terjual / SOLD 

Selasa, 13 April 2010

Sampul surat / cover Indonesia th.1953 yang langka karena salah cap

Depan

Belakang


Sampul surat / cover langka karena salah cap,
seharusnya di cap di tempat pengirimannya di Medan, Sumatera Utara, Indonesia,
tetapi malah di cap (cancelation) di negara tujuan, Washington, Amerika Serikat.

Hal ini mungkin terjadi karena petugas kantor pos di Indonesia membiarkan surat ini terkirim tanpa di cap (cancelation), karena menganggap; yah biar saja ini toh surat dari Konsulat Amerika Serikat di Medan, yang akan dikirimnya juga ke Amerika Serikat.
Di masa itu th.1953, peraturan Pos di Indonesia belum seketat sekarang,
karena Indonesia belum lama merdeka.

Sesampainya di negara tujuan surat ini membingungkan petugas Kantor pos di Amerika Serikat yang system kantor Pos nya sudah jauh lebih maju,
koq ada surat yang tidak di cap / di cancel perangko2nya, tapi tetap terkirim juga.

Walaupun akhirnya petugas kantor pos Amerika Serikat mengirimkan surat tsb. ke tempat tujuan di New York, tapi mereka meng cancel / meng cap perangko2nya.
Juga ditambahkan tulisan:
"This article originally mailed, in country indicated by postage".
Sampul surat / cover seperti ini adalah Postal History Indonesia yang langka.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. e-mail: neneng1971@yahoo.com
atau hub. HP. 021.9471.2076
Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim
untuk biaya TIKI Jne atau Pos Indonesia.
Sudah Terjual