Minggu, 19 Juni 2011

Otobiografi Soeharto: "Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya".

Buku dengan sampul Hard Cover

Buku Hard Cover - tanpa sampul

Box dan bukunya

Otobiografi Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya
Inilah buku tentang Soeharto yang dulu sangat dicari orang, 
ketika meninggalnya mantan Presiden Soeharto di th.2008.
Saat ini, ketika akan diberikan gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto,
buku ini di cari-cari orang lagi.
Sudah beberapa orang yang menghubungi saya dalam beberapa bulan terakhir 
untuk mencari buku Soeharto yang satu ini.
Karena saat itu tidak punya, maka saya tawarkan buku Soeharto yang lainnya 
seperti "The Smiling General", dan "Dari Prajurit sampai jadi Presiden" dll.
Tapi mereka selalu hanya mau mencari buku Otobiografi Soeharto 
yang disusun bersama Ramadhan K.H. ini.

Jika ingin menyelami Soeharto, maka otobiografi Soeharto:
"Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya" adalah media yang tepat.
Di buku yang dirilis 1989 inilah Soeharto bicara banyak hal,
termasuk Surat Perintah 11 Maret (Supersemar).
Selama ini, banyak kalangan menuduh Supersemar adalah alat Soeharto
untuk naik ke pentas kekuasaan.

Dalam otobiografinya, Soeharto yang langsung membubarkan PKI
begitu mendapatkan Supersemar dari Presiden Soekarno, menjawab tuduhan itu
di halaman 173:
"Memang setelah saya umumkan tentang adanya "Supersemar" itu, dipersoalkan orang,
apakah surat perintah itu hanya satu "instruksi" Presiden kepada saya,
ataukah satu "pemindahan kekuasan eksekutif yang terbatas?"
Menurut saya, perintah itu dikeluarkan di saat negara dalam keadaan gawat
di mana integritas Presiden, ABRI dan rakyat sedang berada dalam bahaya, s
edangkan keamanan, ketertiban dan pemerintahan berada dalam keadaan berantakan.
Seperti saya nyatakan di depan Radio dan TVRI di pertengahan Juni 1966,
saya tidak akan sering menggunakan Surat Perintah 11 Maret tersebut,
lebih-lebih kalau surat perintah itu belum diperlukan.
Mata pedang akan menjadi tumpul bila selalu digunakan.

Sebagai perbandingan saya kemukakan, segerombolan monyet yang menyerang
ladang jagung si Polan dapat diusir hanya dengan tepukan tangan penjaganya.
Oleh karena itu, tidaklah baik memobilisasi satu kompi kendaraan berlapis baja
cuma untuk mengusir segerombolan kera.
Lima tahun kemudian, untuk pertama kalinya saya jelaskan latar belakang dan sejarah
lahirnya "Supersemar" itu, karena rakyat Indonesia memang berhak mengetahuinya.
"Supersemar" merupakan bagian sejarah yang sangat penting untuk meluruskan
kembali perjuangan bangsa dalam mempertahankan cita-cita kemerdekaan
dan memberi isi pada kemerdekaan.

Berkenaan dengan ini, beberapa kali saya telah menolak prakarsa untuk memperingati
hari lahirnya "Supersemar" secara besar-besaran. Ini untuk menghindarkan timbulnya mitos terhadap peristiwa itu atau terhadap diri saya sendiri.
Saya tidak pernah menganggap "Supersemar" itu sebagai tujuan untuk memperoleh kekuasaan. Surat Perintah 11 Maret itu juga bukan merupakan alat untuk mengadakan
coup secara terselubung. "Supersemar" itu adalah awal perjuangan Orde Baru.

Buku cukup tebal, 599 halaman
dengan banyak Foto2 didalam.
Terbit: th. 1989
Kondisi buku: Sangat bagus.
lengkap dengan Box dan Cover jaket nya.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang, cara pembayaran dll.
silahkan lihat keterangan yang ada di bagian bawah halaman Blog ini.
Sudah Terjual

0 komentar:

Poskan Komentar

2700chess.com for more details and full list