Jumat, 30 Oktober 2009

Iklan kuno jaman Belanda, Rumah Mode di jl. Kembang Djepoen, Soerabaja.

Depan


Belakang

Iklan kuno jaman Belanda,
Rumah Mode di jl. Kembang Djepoen, Soerabaja.
Ukuran: 21 cm x 14 cm
Bagian belakang: blank / kosong.
Terbuat dari kertas yang agak tebal.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Harga: (Sold)
Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. e-mail: neneng1971@yahoo.com
atau hub. HP. 021.9471.2076
Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim
untuk biaya TIKI Jne atau Pos Indonesia.
Sudah Terjual

Rapport jaman Belanda, sekolah St. Ursula di Pieters Park, Bandoeng.

HBS van Zuster Ursulinen (St. Ursula School) th.1920

Gedung SMP dan SMA Santa Angela (saat ini)




Rapport jaman Belanda, dari sekolah St. Ursula di Pieters Park, Bandoeng.

HBS (Hogere Burger School) van Zuster Ursulinen (St. Ursula School)

adalah SMP-SMA Katolik yang saat ini adalah SMP dan SMA Santa Angela.
Sekolah ini terletak di Merdikaweg (jalan Merdeka) didepan sebuah taman

yang bernama Pieters Park yang sekarang adalah Taman Balai Kota (Bandung).


Taman ini dibangun tahun 1885 sebagai taman kota pertama yang dibuat di Bandung.

Adapun tujuan pembangunan taman ini, sebagai penghargaan kepada

Asisten Residen Priangan Pieter Sijthoff atas jasanya dalam membangun kota.


Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,

click pada gambar yang akan dilihat.


Harga Rp 75 rb.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,

cara pembayaran dll. silahkan Hub. e-mail: neneng1971@yahoo.com

atau Hub. HP. 021.9471.2076 (Esia)

Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim

untuk biaya TIKI (Titipan Kilat).


Arsip kuno jaman Belanda dari De Javasche Bank - Batavia




Ini adalah kwitansi dari De Javasche Bank di Batavia (sekarang Jakarta).
Mengenai pembayaran Rente (bunga) sebesar 10 Gulden,
tertanggal 30 September 1935, kepada Mevrouw (Nyonya) van Kampen Mongkei,
dengan tanda tangan berupa cap dari Hoofdboekhouder (Kepala Pembukuan).
Bagian belakang: blank / kosong.
Sebuah memorabilia perbankan jaman Belanda, dari cikal bakal Bank Indonesia (BI).

De Javasche Bank, sebuah bank Belanda yang pada masa kolonial diberi tugas
oleh Pemerintah Belanda, sebagai bank sirkulasi di Hindia Belanda.
De Javasche Bank inilah yang menjadi cikal bakal Bank Indonesia (BI).

De Javasche Bank didirikan pada tahun 1828, atau 181 tahun yang lalu.
Pada waktu itu, penguasa kolonial Belanda di Pulau Jawa
masih terlibat dalam perang melawan Pangeran Diponegoro.
Perang Diponegoro (1825-1830) waktu itu memakan anggaran cukup besar
dan merepotkan pihak kolonial Belanda.

Pada tahun 1953, De Javasche Bank dinasionalisasi menjadi Bank Indonesia
yang sekaligus ditetapkan sebagai Bank Sentral.
Gubernur BI pertama adalah Mr. Syafrudin Prawiranegara,


Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.


Harga Rp 50 rb.
Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan Hub. e-mail: neneng1971@yahoo.com
atau Hub. HP. 021.9471.2076
Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim
untuk biaya TIKI (Titipan Kilat).

Minggu, 25 Oktober 2009

5 bh. Kaset jadoel, Penyanyi2 Top Indonesia di era th.80an, Zona 80


Andi Meriem Matalatta


Nur Afni Oktavia


Eddy Silitonga


Christine Panjaitan




Euis Darliah


Penyanyi2 Top Indonesia di era th.80an,
Andi Meriem Matalatta, Nur Afni Oktavia, Christine Panjaitan,
Eddy Silitonga, Euis Darliah, yang saat ini muncul lagi
pada sebuah acara yang populer di Metro TV, Zona 80!

5 bh. Kaset jadoel th.80an yang telah dicoba dan dalam kondisi jalan,
berisi lagu2 lama yang terkenal di era th.80an
Anda yang sekarang telah menjadi Oom dan Tante bisa ber Nostalgia
mengenang masa-masa ketika masih muda dan remaja.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Harga Rp 75 rb. (untuk semuanya 5 bh. kaset)
Hanya @ Rp 15 rb. per bh. ( tidak dijual satuan).
Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan Hub. e-mail: neneng1971@yahoo.com
atau Hub. HP. 021.9471.2076 (Esia)
Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim
untuk biaya TIKI (Titipan Kilat).

Uang Kuno Indonesia, Sepuluh rupiah th.1963, 10 lembar dalam kondisi bagus! (SUDAH TERJUAL)

Depan

Belakang

Depan

Belakang

Untuk penggemar Numismatik (Kolektor Uang Kuno Indonesia),
uang Kuno Sepuluh rupiah th.1963.
Sebanyak 10 lembar dalam kondisi bagus!
(lihat gambar).

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan Hub. e-mail: neneng1971@yahoo.com
atau Hub. HP. 021.9471.2076 (Esia)
Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim
untuk biaya TIKI (Titipan Kilat).
Sudah Terjual

Jumat, 23 Oktober 2009

Peta kuno Jawa Tengah dan DI. Jogjakarta pada jaman Belanda / Nederlandsch Indie

Midden Java

Semarang dan sekitarnya

Jogjakarta dan sekitarnya

Banjoemas dan sekitarnya

Peta daerah Jawa Tengah dan DI. Jogjakarta pada jaman Belanda / Ned. Indie.
Dari Peta ini bisa diketahui bahwa di masa Kolonial Belanda,
Jawa Tengah dibagi menjadi lima karesidenan (regency),
yaitu Banjoemas (Banyumas), Pekalongan, Kedoe (Kedu),
Semarang dan Djapara Rembang.

Ditambah dua daerah Istimewa (Gouvernementen), Jogjakarta dan Soerakarta (Solo).

Dicetak pada kertas model lama yang agak tebal.
Kondisi: bagus (lihat gambar).

Untuk melihat gambar yang lebih besar/lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian,
pengiriman barang, cara pembayaran dll.
silahkan hub. e-mail: neneng1971@yahoo.com
atau HP. 021.9471.2076
Sudah terjual 

Dokumen jaman Belanda th.1923, dari Perusahaan Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij


Bagian atas

Bagian bawah

Zegel / Materai


Dokumen jaman Belanda th.1923 dari Perusahaan Nederlandsch Indische
Escompto Maatschappij.
Transaksi sebesar Twee Honderd Vijftig Gulden (250 Gulden),
tertanggal Soerabaia, 4 December 1923.
Masih menggunakan meterai model emboss (imprint) bergambar mahkota,
zegel van Ned Indie vijftien cent.


Ukuran: 24, 5 cm x 13, 5 cm.
Bagian belakang: blank / kosong.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan Hub. e-mail: neneng1971@yahoo.com
atau Hub. HP. 0813.1540.5281

Sudah Terjual

Kamis, 22 Oktober 2009

Commemorative Coin of Wedding Prince Charles dan Lady Diana 1981 (SUDAH TERJUAL)

Depan

Belakang


Coin yang khusus diterbitkan di Inggris untuk memperingati
Pernikahan Pangeran Charles dan Lady Diana.
Commemorative Coin of Wedding Prince Charles dan Lady Diana.
Diterbitkan th. 1981 dalam jumlah terbatas (Limited Edition).
Terbuat dari campuran Perak dan Nickel.
Princess Diana sudah wafat th.1997 lalu.
Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.
Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan Hub. e-mail: neneng1971@yahoo.com
atau Hub. HP. 021.9471.2076 (Esia)
Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim
untuk biaya TIKI (Titipan Kilat).
Sudah Terjual

Selasa, 13 Oktober 2009

Peta kuno dari awal th.1950 an, Peta Rentjana Kota Baru Kebajoran. (SUDAH TERJUAL)








Peta kuno dari awal th.1950 an, Peta Rentjana Kota Baru Kebajoran.
Peta kuno ukuran besar ini, dulunya adalah Peta Master Plan
milik Departemen Pekerjaan Umum saat itu (awal th.1950 an).

ADOLF Heuken menulis, kawasan Menteng di Jakarta Pusat merupakan
kota taman pertama di Indonesia, tentunya yang dirancang para arsitek Belanda.


Namun, banyak warga Jakarta yang belum tahu bahwa Kebayoran Baru di Jakarta Selatan adalah kota taman pertama di Indonesia yang dirancang arsitek lokal, Moh. Soesilo (1948).

Pada tahun tahun 1938 kawasan Kebayoran direncanakan akan dibangun sebuah lapangan terbang internasional. Namun rencana itu batal karena keburu perang dunia II.

Akhirnya dibangunlah kota satelit Kebayoran Baru, yang meliputi areal seluas 730 hektar. Kawasan ini direncanakan untuk menampung 100 ribu penduduk.
Mungkin kini, jumlah penduduk Kebayoran bisa berlipat-lipat dengan jumlah penduduk
yang rencananya akan ditampung.


Pada tahun 1950-an, kawasan Kebayoran Baru terus berkembang.
Namun meski terus berkembang, tetap saja sering disebut kampung udik.
Penduduknya pun disebut sebagai orang udik.

Maklum, Kebayoran Baru dulu letaknya terpisah dari pusat Kota Jakarta,
sekitar 8 kilometer ke arah selatan Batavia.


Saat itu, untuk masuk kawasan Kebayoran Baru, hanya ada dua jalan.
Pertama melalui Kebayoran Lama terus melalui Jalan Kyai Maja
atau melewati Manggarai dan masuk
ke Jalan Wolter Monginsidi yang becek.
Jalan Sudirman ketika itu belum ada.


Warga Jakarta dulu pasti berpikir seribu kali jika akan menuju kawasan Kebayoran Baru.
Selain kawasan ini sepi, ada jagoan bernama Mat Item.
Mereka takut dihadang Mat Item,
jagoan Kebayoran Lama yang dikenal sangar.

Cerita tentang Kebayoran Baru juga mengalir lancar dari bibir Adolf Heuken, 79 tahun.
Pastor Jesuit asal Jerman itu mengatakan, Kebayoran Baru saat masa penjajahan Belanda merupakan kota satelit Batavia.
"Kebayoran baru adalah tempat ruang terbuka hijau," kata Adolf.

Pada tahun 1963 fungsi dari Kebayoran Baru sebagai kota satelit masih dipertahankan.
"Dulu tidak ada jalan dan perumahan di daerah itu, seperti Mampang, Warung Buncit
dan Pejaten," katanya. Semua lahannya masih ditumbuhi pepohonan.


Adolf mengatakan, pada masa pemerintahan Gubernur DKI Ali Sadikin,
wilayah Kebayoran hingga Semanggi tidak diperbolehkan untuk mendirikan bangunan.
Namun dalam perkembangannya makin banyak para pendatang dari luar Jakarta
yang memenuhi wilayah Kebayoran.

Tentunya makin banyaknya penduduk, memicu pembangunan pembangunan rumah
yang begitu cepat. "Ini juga yang membuat harga tanahnya terus tinggi," ujarnya.

Sebenarnya pada tahun 1950, Kebayoran Baru dirancang
untuk ditempati 50 ribu orang saja.
Tapi sekarang jumlahnya jauh melebihi itu.
Dulunya kota satelit tapi sekarang kota yang krodit.


Ukuran agak besar: 42 cm x 39,5 cm.
Karena ukurannya yang agak besar, sehingga tidak muat dalam mesin Scan.
Jadi diambil gambarnya dalam beberapa bagian.
Bagian belakang: blank / kosong.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,

cara pembayaran dll. silahkan Hub. e-mail:
neneng1971@yahoo.com
atau Hub. HP.
021.9471.2076 (Esia)
Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim

untuk biaya TIKI (Titipan Kilat).

Sudah Terjual


Senin, 12 Oktober 2009

Obligasi dari Perusahaan V. Olislaeger & Co. perusahaan dari masa kolonial Belanda, yang berkedudukan di Djakarta th.1957.

Depan

Belakang


Obligasi dari Perusahaan dagang V. Olislaeger & Co.
perusahaan dari masa kolonial Belanda,
yang berkedudukan di Djakarta th.1957.
Ukuran besar: 30 cm x 21,5 cm (ukuran folio)
dalam 2 lembar (4 halaman).
Kondisi baik dan bagus.

-->
Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan hub. e-mail: neneng1971@yahoo.com
atau 0813.1540.5281
Sudah Terjual


Pos Wesel Jaman Belanda, Buitenlandsche Post Wissel, diterbitkan oleh Nederlandsch Indische Post Administratie

Depan

Belakang



Pos Wesel Jaman Belanda, Buitenlandsche Post Wissel.
Diterbitkan oleh Nederlandsch Indische Post Administratie,
Logo nya tiga garis lengkung yang bersusun masih dipergunakan
hingga th.1980 an oleh Pos Indonesia (lihat gambar paling bawah)
.

Kantor pos pertama di Indonesia adalah di Batavia, didirikan oleh Gubernur Jendral G.W. Baron
pada th.1746.

Kemudian Posts Telegraaf en Telefoon Diensts atau Dinas Pos Telegraf dan Telefon di singkat PTT didirikan th.1906.

Pada tgl. 27 September 1945, pengambil alihan Kantor Pusat PTT di Bandung oleh Angkatan Muda PTT dari pemerintahan Militer Jepang kepada Jawatan PTT Republik Indonesia. Tanggal tersebut diperingati sebagai Hari PosTel.


Ukuran: kartu pos.
Kondisi: baik dan unused.

Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,

click pada gambar yang akan dilihat.


Harga Rp 30 rb.

Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,

cara pembayaran dll. silahkan Hub. e-mail: neneng1971@yahoo.com

atau Hub. HP. 021.9471.2076 (Esia)

Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim

untuk biaya TIKI (Titipan Kilat).


Minggu, 11 Oktober 2009

Iklan Kuno dari Jaman Belanda, Bier Tjap Koetjing (SUDAH TERJUAL)

Depan

Belakang

Iklan Kuno dari Jaman Belanda, Bier Hitam Tjap Koetjing.
Tertulis dalam bahasa Sunda:
Matak kiat
sareng sehat kana salira.
dan dalam bahasa Indonesia:
Bikin koeat dan
sehat badan

Kondisi baik dan bagus (lihat gambar).
Ukuran: 15 cm x 11,5 cm
Bagian belakang: blank / kosong.


Untuk melihat gambar yang lebih besar / lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.


Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian, pengiriman barang,
cara pembayaran dll. silahkan Hub. e-mail: neneng1971@yahoo.com
atau Hub. HP. 021.9471.2076 (Esia)
Pengiriman ke luar kota, tambahkan sedikit ongkos kirim
untuk biaya TIKI (Titipan Kilat).
Sudah Terjual